Beranda / Berita / Detil Berita

Tak Ingin Aset Terbengkalai, Pemkab Beltim Siapkan GOR dan Eks Puskesmas Kelapa Kampit untuk Dimanfaatkan Kembali

30 Okt 2026, 18:42 WIB • Feji
utama #Aset 17x dibaca

Bagikan

Kelapa Kampit, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur berupaya mengoptimalkan kembali aset daerah yang sudah tidak digunakan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dua bangunan di Kecamatan Kelapa Kampit, yakni Gedung Olahraga (GOR) dan eks Puskesmas, menjadi sasaran rencana rehabilitasi dan pemanfaatan kembali.

Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten bersama Sekretaris Daerah, Erna Kunondo dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait meninjau langsung kedua aset tersebut, Jumat (30/10/2026).

Dalam peninjauan itu, Bupati membahas kondisi GOR Kelapa Kampit yang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat angin kencang. Kerusakan serupa bahkan kembali terjadi setelah sebelumnya sempat dilakukan perbaikan.

Kamarudin mengatakan, Pemkab Beltim akan mengupayakan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperbaiki bagian atap GOR. Menurutnya, kerusakan yang berulang membuat penggantian bagian atap perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Di GOR itu atapnya sudah kena angin kencang sampai roboh. Kemarin sudah saya anggarkan karena rusaknya sedikit, tetapi kena angin kencang lagi dan roboh lagi. Jadi sekarang bagian atasnya harus diubah semua. Nanti saya carikan CSR, kita tidak akan menggunakan anggaran APBD,” jelas Kamarudin.

Sementara itu, perbaikan fasilitas lain seperti jendela, toilet, pengecatan bangunan hingga lantai akan diupayakan menggunakan anggaran perubahan (ABT) sekitar Rp150 juta.

“Untuk mengecat, memperbaiki jendela, WC dan segala macam, termasuk cat lantai, mungkin menggunakan anggaran APBD. Karena anggaran perubahan memang ada sekitar Rp150 juta. Itu akan kita perbaiki,” ujarnya.

Eks Puskesmas Disiapkan Jadi Homestay

Selain GOR, perhatian juga diberikan kepada bangunan eks Puskesmas Kelapa Kampit yang sudah tidak digunakan sejak pelayanan kesehatan dipindahkan ke lokasi baru. Bangunan tersebut direncanakan akan direhabilitasi dan dimanfaatkan sebagai homestay.

Gagasan itu muncul setelah Bupati mendapat informasi mengenai orang tua siswa SMA Unggul Garuda yang harus mencari penginapan di Manggar atau Tanjungpandan ketika datang berkunjung. Keberadaan homestay di Kelapa Kampit diharapkan dapat menjadi alternatif penginapan yang lebih dekat.

“Kebetulan kemarin saya ajak anak-anak SMA Unggul Garuda. Ada satu dua orang yang menyampaikan orang tuanya datang, tetapi kalau menginap harus ke Tanjungpandan atau Manggar. Alangkah jauh. Dari situ saya langsung terpikir, kenapa bangunan ini tidak kita manfaatkan menjadi homestay,” ungkapnya.

Kamarudin memperkirakan bangunan tersebut dapat menampung sekitar 10 hingga 17 kamar setelah direhabilitasi. Untuk merealisasikan rencana itu, Pemkab Beltim akan mengupayakan penganggaran melalui APBD 2027.

“Kalau di sini bisa dibuat 10 sampai 17 kamar, alangkah bagus. Jadi di Kelapa Kampit juga ada tempat penginapan. Kita upayakan anggarannya pada 2027 menggunakan APBD. Maunya saya, perbaikan kedua aset ini bisa berjalan bersamaan,” katanya.

Kamarudin menegaskan, pemanfaatan aset daerah tidak boleh berhenti setelah pembangunan selesai. Setiap OPD diminta memiliki perhatian terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan bangunan milik pemerintah agar tidak dibiarkan terbengkalai.

“Saya sebagai kepala daerah, setiap ada aset harus kita manfaatkan. Saya ajak semua OPD, jangan cuma pandai membangun, tetapi tidak pandai merawat. Kalau sudah ditinggalkan, jangan dibiarkan begitu saja. Sebenarnya tidak boleh seperti itu, harus dipikirkan,” tegasnya.

Ia juga meminta kepala OPD lebih aktif mencari gagasan dan peluang pemanfaatan aset tanpa harus selalu menunggu arahan Bupati. Menurutnya, aset pemerintah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat lebih luas sekaligus mendukung peningkatan pendapatan daerah.

“Jangan semuanya menunggu arahan Bupati. Kepala dinas harus putar otak, mereka lebih pintar. Aset yang ada jangan sampai dibiarkan begitu saja. Sayang kalau tidak dimanfaatkan, padahal kalau dikelola dengan baik bisa memberikan manfaat dan menambah pendapatan daerah,” tutupnya.