Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Evaluasi Pelaksanaan Pendistribusian BBM Bersubsidi

30 Okt 2026, 07:58 WIB • Fauzi
utama #Pengendalian BBM Bersubsidi 57x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna memastikan distribusinya tepat sasaran dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Bupati Beltim, Kamarudin Muten didampingi Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pendistribusian BBM bersubsidi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (29/10/2026).

Rakor tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, serta perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung dan perwakilan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Beltim.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti masih panjangnya antrean BBM di sejumlah SPBU meskipun aturan baru penyaluran BBM subsidi dengan sistem kartu kendali telah berjalan selama kurang lebih 30 hari.

"Saya minta bantuan seluruh stakeholder mulai dari Forkopimda, Satgas BBM, Satpol PP hingga Camat, untuk bersama-sama mengevaluasi aturan yang telah berjalan selama 30 hari terakhir, untuk mencari letak kelemahan sehingga antrean di SPBU Padang Manggar, SPBU Selingsing Gantung dan SPBU Kelapa Kampit masih panjang," ungkap Kamarudin.

Ia menegaskan kebijakan kartu kendali akan tetap diperpanjang, namun tidak ada penambahan jumlah kartu baru.

"Saya minta kepada Camat, penggunaan kartu kendali tetap kita perpanjang, hanya saja jangan menambah jumlah. Kita hanya perlu mengkaji ulang dan selalu dikontrol penggunaannya. Camat kan perpanjangan tangan dari Bupati, jadi saya minta tolong untuk ditindak tegas. Tidak boleh hanya berdasarkan kata orang, tetapi camat harus cek langsung ke lapangan," ujarnya.

Ia juga meminta Pertamina tidak mengurangi kuota Beltim hingga pemberian sanksi tegas bagi SPBU yang masih bermain.

"Kepada Pertamina, saya minta tolong tiga hal. Pertama, kuota BBM jangan dikurangi. Kedua, tolong sarankan dengan pemilik SPBU untuk buka minimal 12 jam. Ketiga, pertegas dengan SPBU, apabila masih ada yang nakal, akan kami sanksi. Kepada pemilik SPBU, kami juga mohon bantuannya untuk mengawasi petugas yang mengisi minyak di lapangan, karena kami banyak mendapatkan laporan masih ada beberapa petugas yang masih nakal," tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati bersama Forkopimda menyampaikan himbauan khusus kepada para penambang timah.

"Dengan harga timah sudah hampir menyentuh Rp300 ribu rupiah, kami berharap para penambang untuk menggunakan pertamax. Supaya Pertalite bisa membantu yang lebih membutuhkan," pungkasnya.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Beltim berkomitmen untuk serius menyikapi persoalan ini. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian pelayanan dan menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat Kabupaten Beltim.