Manggar, Diskominfo SP Beltim – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Bangka Belitung (Babel) memprediksi musim hujan 2026/2027 akan masuk ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara bertahap mulai November 2026. Untuk Kabupaten Belitung Timur, awal musim hujan diperkirakan terjadi pada November Dasarian II.
Prediksi tersebut disampaikan dalam kegiatan Press Release Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diikuti Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) secara daring melalui zoom dari Ruang Rapat Staf Ahli Bupati Beltim, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan paparan Stasiun Klimatologi Bangka Belitung, awal musim hujan di wilayah Babel diprediksi masuk dalam tiga tahapan, yakni November Dasarian I, II, dan III. Kabupaten Beltim bersama Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya diprediksi memasuki musim hujan pada November Dasarian II.
Forecaster Stasiun Klimatologi Babel, Tsabit Aqdam Dinan menjelaskan bahwa masuknya musim hujan di Babel tidak berlangsung secara serentak.
"Awal musim hujan 2026/2027 masuk secara bertahap dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing Zona Musim serta dinamika atmosfer dan laut yang berkembang," ujar Tsabit dalam paparannya.
Ia menjelaskan, untuk November Dasarian I, awal musim hujan diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bangka Barat. Sementara pada November Dasarian II, musim hujan diprediksi mulai memasuki seluruh wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Beltim, Kabupaten Bangka Selatan, serta sejumlah wilayah lainnya.
"Pada November Dasarian II untuk seluruh wilayah Kabupaten. Belitung, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Bangka Selatan, sebagian Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat," jelasnya.
Dasarian merupakan pembagian waktu dalam satu bulan menjadi tiga periode, yaitu Dasarian I (1–10), Dasarian II (11–20), dan Dasarian III (21 hingga akhir bulan). Dengan demikian, prediksi awal musim hujan pada November Dasarian II berarti diperkirakan mulai terjadi pada 11–20 November 2026.
Sementara itu, sebagian wilayah lainnya, termasuk Kota Pangkalpinang dan beberapa kecamatan di Kabupaten Bangka serta Bangka Tengah, diprediksi memasuki musim hujan pada November Dasarian III. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di setiap wilayah perlu memperhatikan informasi perkembangan cuaca dan iklim secara berkala.
Selain prediksi awal musim hujan, Stasiun Klimatologi Babel juga menghimbau masyarakat di sektor pertanian agar menyesuaikan jadwal tanam.
"Masyarakat bisa menyesuaikan jadwal tanam dan pemilihan varietas dengan siklus tanam yang lebih pendek berdasarkan perkembangan kondisi cuaca dan musim sekarang," kata Tsabit.
Informasi Musim Hujan Jadi Dasar Mitigasi
Kepala Stasiun Klimatologi Babel, Eko Sulistyo Nugroho mengatakan informasi awal musim hujan tidak hanya berkaitan dengan perkiraan kapan hujan mulai turun, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan menghadapi berbagai dampak kondisi iklim.
Menurutnya, informasi tersebut menjadi semakin penting mengingat Provinsi Kepulauan Babel masih berada dalam periode musim kemarau dengan kondisi yang cukup kering. Karena itu, prediksi masuknya musim hujan diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menyiapkan langkah mitigasi dan adaptasi.
"Informasi awal musim hujan bukan sekadar informasi mengenai kapan hujan akan turun. Lebih dari itu, informasi ini merupakan salah satu instrumen penting dalam pengambilan keputusan, yaitu dalam menghadapi berbagai dampak yang berkaitan dengan kondisi hujan," kata Eko.
Ia menyampaikan, informasi tersebut juga perlu dimanfaatkan sebagai bahan untuk mempersiapkan berbagai langkah menghadapi potensi kejadian ekstrem yang dapat terjadi selama peralihan maupun saat musim hujan berlangsung.
"Prediksi yang disampaikan oleh BMKG perlu dipahami sebagai informasi iklim yang harus diperbarui berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk senantiasa mengikuti update informasi iklim dan cuaca melalui kanal Stasiun Klimatologi Bangka Belitung," ujarnya.
Dengan adanya prediksi musim hujan tersebut, masyarakat dihimbau tetap mengikuti informasi resmi BMKG secara berkala. Perkembangan dinamika atmosfer dan laut dapat memengaruhi kondisi cuaca, sehingga informasi prakiraan perlu terus diperbarui sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kabupaten Beltim dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca, sekaligus mendukung koordinasi lintas sektor, termasuk sektor pertanian dalam menghadapi musim hujan 2026/2027.