Beranda / Berita / Detil Berita

Peringati Hari Pangan Sedunia 2026, Pemkab Beltim Gelar Gerakan Pangan Murah dan Edukasi Stop Boros Pangan

21 Okt 2026, 20:48 WIB • Vishy
utama #Hari Pangan Sedunia 51x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Beragam bahan pangan tersedia dengan harga terjangkau dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di halaman Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day) Tahun 2026.

Mengusung tema “Innovate Today, Nourish Tomorrow” (Berinovasi Hari Ini Menutrisi Hari Esok), kegiatan tersebut menghadirkan beragam kebutuhan pangan, mulai dari beras, minyak goreng, sayur-sayuran, ikan dan olahannya, daging, telur, hingga produk makanan dan minuman dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tersedia juga Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian bersama dengan melibatkan seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Sejak awal saya menjabat, saya sudah mendorong agar ketahanan pangan di Belitung Timur menjadi perhatian utama. Saya minta sektor pertanian terus bergerak dan seluruh perangkat daerah ikut membantu, karena ketahanan pangan ini merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Kamarudin.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif menjaga ketersediaan pangan, mengurangi pemborosan, serta mendukung pemanfaatan produk lokal. Menurutnya, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar ketahanan pangan daerah semakin kuat.

“Harapan saya, seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat berperan aktif menjaga ketahanan pangan. Mulai dari memastikan ketersediaan makanan, mengurangi pemborosan pangan, sampai mendukung produk lokal. Kalau kebutuhan itu bisa dipenuhi dari daerah sendiri, tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim, Heru Indramarta mengatakan Gerakan Pangan Murah tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.

“Dalam Gerakan Pangan Murah ini, kami menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, sayur-sayuran, ikan, daging, dan komoditas lainnya. Kami juga mengajak pelaku UMKM untuk terlibat agar kegiatan ini memberikan dampak ekonomi bagi mereka,” kata Heru.

Tanamkan Kesadaran Stop Boros Pangan Sejak Dini

Selain Gerakan Pangan Murah, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 juga diisi dengan sosialisasi stop boros pangan bagi siswa sekolah dasar. Edukasi ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menghargai makanan dan mengonsumsi pangan secara bijak.

Melalui sosialisasi tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa makanan yang tersedia setiap hari berasal dari proses produksi yang membutuhkan tenaga, waktu, dan sumber daya. Kebiasaan mengambil makanan sesuai kebutuhan dan menghabiskannya menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi pemborosan pangan.

Heru menegaskan, edukasi mengenai perilaku bijak dalam mengonsumsi pangan perlu dilakukan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan hingga dewasa.

“Kami ingin anak-anak memahami sejak dini bahwa pangan harus dihargai. Jangan membiasakan diri membuang makanan, karena untuk menghasilkan pangan dibutuhkan proses yang panjang. Kebiasaan sederhana seperti mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya merupakan bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan,” tuturnya.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang penyediaannya membutuhkan proses panjang, mulai dari produksi oleh petani, pengolahan, hingga akhirnya dapat dikonsumsi masyarakat. Karena itu, penghargaan terhadap pangan perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pangan tidak hadir begitu saja di meja makan. Ada proses panjang yang dilalui, mulai dari petani, pengolahan, hingga sampai kepada masyarakat. Karena itu, kita harus menghargai pangan dan mengajak semua orang untuk tidak boros makanan,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan sosialisasi stop boros pangan, Pemerintah Kabupaten Beltim berharap masyarakat semakin mudah mengakses kebutuhan pangan sekaligus memiliki kesadaran untuk menghargai setiap makanan yang dikonsumsi.