Beranda / Berita / Detil Berita

Puluhan Tahun Pensiun, Ibu Marmah Tak Menyangka Mantan Muridnya Mengantarnya ke Tanah Suci

13 Okt 2026, 20:02 WIB • Feji
berita #Umroh Berkah Nyaman 387x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Mata Ibu Marmah (82) berkaca-kaca saat menceritakan kebahagiaannya setelah mendapat kepastian akan berangkat umroh. Setelah pensiun sebagai guru pada 2004, ia tak pernah menyangka salah satu mantan muridnya masih mengingat dirinya. Kini, murid yang pernah dididiknya puluhan tahun lalu itu justru memberinya kesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci.

Bagi Marmah, kabar itu membawa kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di usianya yang telah menginjak 82 tahun, kesempatan menunaikan ibadah umroh menjadi sesuatu yang sangat berarti. Namun, ada hal lain yang membuatnya begitu terharu, yakni perhatian dari seseorang yang dahulu pernah menjadi muridnya di sekolah.

Mantan murid yang dimaksud adalah Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten. Kepastian Marmah akan diberangkatkan umroh disampaikan saat Kamarudin mengunjungi rumahnya pada Agustus lalu. Dalam kunjungan itu, Kamarudin berpesan agar Marmah menjaga kesehatan karena akan berangkat ke Tanah Suci.

“Pak Bupati dulu murid saya. Satu-satunya yang ingat kepada saya, masih ingat dengan gurunya. Alhamdulillah,” ungkap Marmah.

Ucapan itu menggambarkan betapa berartinya perhatian tersebut bagi Marmah. Setelah bertahun-tahun menjalani masa pensiun, ia tidak menyangka hubungan yang terjalin di ruang kelas dahulu masih menyisakan kenangan bagi mantan muridnya. Ia pun tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dan terima kasih karena mendapat kesempatan menunaikan ibadah umroh.

“Perasaan saya sangat bahagia sekali karena tidak disangka-sangka bisa pergi umroh. Tiba-tiba salah satu murid saya yang sudah mempunyai kedudukan memberanikan diri untuk mengumrohkan saya. Sekali lagi, saya sangat berterima kasih dan bahagia sekali,” tuturnya.

Kenangan Marmah tentang Kamarudin ketika masih bersekolah pun masih tersimpan. Kala itu, ia mengajar matematika, ilmu pengetahuan alam dan kesenian. Di antara pelajaran yang diampunya, Kamarudin paling menonjol dalam matematika. Ia mengenangnya sebagai murid yang cerdas dan tidak dikenal nakal di sekolah.

“Memang cerdas orangnya, lebih dari anak-anak lain dalam matematika. Kalau kenakalan, tidak ada,” kenangnya.

Kini, puluhan tahun setelah masa sekolah itu berlalu, Marmah akan segera menapakkan kaki di Tanah Suci berkat perhatian dari mantan muridnya. Kisahnya menjadi bagian dari program Umroh Nyaman Berkah yang akan memberangkatkan 12 jemaah dari tujuh kecamatan di Beltim untuk menunaikan ibadah umroh.

Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, setiap jemaah menerima uang saku sebesar 1.000 riyal. Uang saku untuk Marmah diserahkan melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Beltim, Supeni. Seluruh jemaah memperoleh nominal yang sama untuk mendukung perjalanan ibadah mereka.

Di balik kebahagiaannya, Marmah juga menyampaikan doa bagi mantan muridnya yang kini memimpin daerah. Ia berharap Kamarudin diberi kemudahan dalam menjalankan amanah serta mampu mewujudkan cita-citanya untuk menyejahterakan masyarakat Beltim.

“Semoga Bapak Bupati mendapat kemudahan dalam memimpin Belitung Timur ini. Semoga cita-citanya untuk menyejahterakan Belitung Timur tercapai. Semoga murid-murid yang lain juga masih ingat sama saya,” tutupnya.