Beranda / Berita / Detil Berita

FPPI Beltim Dikukuhkan, Perempuan Didorong Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

13 Okt 2026, 15:51 WIB • Fauzi
berita #FPPI Beltim 448x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Keberadaan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga hingga keterlibatan dalam pengambilan kebijakan.

Harapan tersebut mengemuka dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FPPI Kabupaten Beltim periode 2026–2031 di Auditorium Zahari MZ, Selasa (13/10/2026) pagi.

Ketua DPD FPPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Zubaidah melantik Nani Okviana sebagai Ketua DPC FPPI Kabupaten Beltim bersama jajaran pengurus lainnya. 

Kegiatan bertema “Sinergi Baru Langkah Bersatu Bersama FPPI Menuju Transformasi Nyata” itu disaksikan Bupati Beltim Kamarudin Muten, Anggota DPD RI sekaligus Senator Babel Bahar Buasan, Sekretaris Daerah Beltim Erna Kunondo, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yeni Srihartati, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus DPD FPPI Babel, serta organisasi perempuan di Kabupaten Beltim.

Dengan adanya FPPI ini, Bupati Beltim, Kamarudin Muten mendorong keterwakilan perempuan di politik, birokrasi, ekonomi serta bidang-bidang lainnya. Diungkapkannya Pemkab Beltim sudah membuktikan peningkatan peran perempuan, termasuk dalam komposisi kepemimpinan di lingkungan OPD. Ia menyebut sejak awal menjabat, dirinya memprioritaskan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di OPD.

“Dari mulai sekda, asisten, kepala dinas, kepala bagian, sekretaris dinas, camat hingga kepala bidang itu banyak yang perempuan. Saya percaya kemampuan mereka,” ungkap Kamarudin.    

Bukan hanya di pemerintahan, bupati juga berharap partai politik dapat mendorong keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.

“Kalau 2029, saya akan dorong supaya ada perempuan yang mewakili di dewan (DPRD Beltim-red). Mestinya di dewan juga harus ada perempuan biar mereka bisa memperjuangkan hak-hak dan kesetaraan wanita,” kata Kamarudin.

Terkait pelantikan pengurus FPPI, pria yang akrab dipanggil Afa ini ingin pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab organisasi.

“Harapan saya, setelah dilantik mereka harus bekerja sesuai dengan tupoksinya. Itu harus dijalankan,” harap Kamarudin.

Senator RI Bahar Buasan tekankan pemberdayaan perempuan dan penguatan UMKM.

Sementara itu, Senator asal Babel, Bahar Buasan menilai perempuan memiliki peran penting dalam keluarga sekaligus potensi besar untuk berkontribusi di ruang publik. Menurutnya, dukungan terhadap perempuan perlu diperkuat agar kemampuan mereka dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Bahar juga menyoroti peran perempuan dalam menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, penguatan usaha perempuan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan menciptakan kehidupan rumah tangga yang lebih baik.

“Perempuan ini bukan hanya mengurus tentang ekonomi, tetapi juga tentang keteladanan. Mereka menjadi teladan di rumah tangga dan juga bisa menjadi pimpinan,” kata Bahar.

Bahar yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini pun mengajak seluruh pihak mendukung FPPI. Tujuannya agar pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari tingkat daerah dan berkembang lebih luas.

“Mari kita dukung perempuan-perempuan Indonesia. Kita mulai dari Belitung Timur, Belitung, Bangka Belitung, kemudian baru kita bicara Indonesia,” ajaknya.

FPPI Siapkan Program Pemberdayaan Perempuan

Ketua DPC FPPI Kabupaten Beltim, Nani Okviana menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengabdian untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah. Ia menyebut FPPI ingin menjadi bagian aktif dalam pembangunan Beltim dengan merangkul potensi perempuan dari berbagai latar belakang.

“FPPI hadir bukan untuk menjadi penonton pembangunan, tapi untuk menjadi pelaku pembangunan,” tegas Nani.

Menurutnya, Kabupaten Beltim memiliki beragam potensi, mulai dari pertambangan timah, perkebunan lada dan sawit, pariwisata, hingga hasil laut. Potensi tersebut, kata Nani, perlu diiringi dengan keterlibatan perempuan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Untuk itu, FPPI Beltim berkomitmen menjadi wadah yang inklusif bagi perempuan tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Organisasi ini juga akan memprioritaskan program pemberdayaan yang berorientasi pada hasil.

“Pelatihan wirausaha perempuan, literasi digital, dan pendampingan UMKM akan menjadi program prioritas kami,” ujarnya.

Nani turut menegaskan FPPI akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, mendukung program yang berpihak kepada masyarakat, sekaligus memberikan masukan secara konstruktif apabila terdapat hal yang perlu diperbaiki.

Nani pun mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja bersama dan membuktikan bahwa perempuan Beltim mampu mengambil peran dalam mendorong kemajuan daerah.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh arahan dari para senior, sinergi dari pemerintah daerah, dan dukungan seluruh pengurus yang baru dilantik. Mari kita buktikan perempuan Belitung Timur bisa!” pungkasnya.