Beranda / Berita / Detil Berita

Pembelajaran Inovatif, Karakter Kuat: Membangun Generasi Unggul Belitung Timur dari Sekolah Dasar

29 Okt 2026, 13:44 WIB • Atha
utama #Pendidikan 36x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Inovasi pembelajaran dan penguatan karakter menjadi dua hal penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Hal tersebut mengemuka dalam Seminar dan Lokakarya Kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim dengan Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cibiru, di Auditorium Zahari MZ, Kamis (29/10/2026),

Pimpinan Kampus UPI Cibiru, Prof. Dr. H. Karim Suryadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya merespons isu nasional mengenai rendahnya kemampuan STEM dan literasi. Kabupaten dipilih sebagai mitra kolaborasi karena banyak alumni UPI yang telah tersebar di daerah tersebut.

Karim menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik pembelajaran di lima sekolah dasar mitra di Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, yaitu SDN 1 Manggar, SDN 20 Manggar, SDN 9 Manggar, SDN 23 Manggar, dan SDN 13 Manggar. Pengimbasan ini dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para guru mengenai penerapan inovasi pembelajaran di kelas.

“Jadi kebetulan mahasiswa pascasarjana pendidikan guru sekolah dasar di kami itu adalah juga tim pelatih nasional untuk pendekatan GASING di dalam pelajaran matematika. Jadi GASING itu pembelajaran matematika yang gampang, asik dan menyenangkan. Ini untuk menghapus image matematika susah, menyeramkan segala macam,” jelasnya.

Melalui pengimbasan tersebut, para guru diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai cara mengajarkan konsep-konsep dasar matematika secara lebih mudah dan menyenangkan. Karim berharap, meskipun dilaksanakan dalam waktu singkat, kegiatan ini tetap meninggalkan hasil nyata bagi praktik pembelajaran di sekolah.

“Ya mudah-mudahan meskipun waktunya singkat gitu ya tapi berdampak karena sebab secara teori dan praktik harusnya pelatihan itu yang terbenam, yang intense gitu ya. Tapi mudah-mudahan dalam dua hari ini bisa meninggalkan sesuatu yang nyata,” katanya.

Sementara itu, Bupati Beltim Kamarudin Muten menekankan bahwa pendidikan dasar tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter dan budi pekerti anak sejak dini.

Menurutnya, pembentukan karakter merupakan fondasi penting yang akan memengaruhi sikap anak hingga dewasa. Karena itu, guru sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui proses pendidikan.

“Jadi makanya saya minta guru-guru SD ngajarin mereka, bukan ilmu saja. Tapi karakter, budi pekertinya, semuanya terbentuk dulu setelah itu dia akan sama sampai dia dewasa,” ungkapnya.

Selain penguatan karakter, Bupati juga menyampaikan rencana untuk memberikan kesempatan kepada guru sekolah dasar terbaik di Kabupaten Beltim agar dapat melihat secara langsung sistem dan metode pembelajaran di Jepang.

“Jadi guru yang terbaik nanti dipilih dari dindik untuk dikirim ke sana, lihat gimana sih guru ngajar murid-murid. Saya tahu persis, contohnya anak saya egonya tinggi, setelah balik, kok berubah. Berarti di sana itu mengajarkan hal yang baik. Jadi saya ingin guru ke Jepang, lihat sejauh mana sih sistem dan cara mereka mengajar, segitu hebat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan UPI Cibiru dan berbagai upaya peningkatan kompetensi guru, Pemkab Beltim diharapkan dapat terus memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter peserta didik sejak pendidikan dasar.