Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Dialog audiensi Pemkab Beltim dengan Wartawan dan Jurnalis se-Kabupaten Beltim di Warkop Aput, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan yang berjalan dengan suasana yang akrab ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi, memperkuat kemitraan, serta mengevaluasi ekosistem media massa agar berjalan lebih sehat, terarah, dan profesional dalam mengawal setiap derap pembangunan daerah.
Bupati Beltim, Kamarudin Muten mengatakan secara langsung bahwa dirinya menerapkan gaya kepemimpinan yang terbuka dan tidak anti-kritik. Beliau memosisikan media sebagai instrumen mitra strategis yang mutlak diperlukan dalam roda pemerintahan.
"Telinga saya tidak tipis. Banyak yang menyampaikan masukan, bagi saya itu adalah kontrol agar saya bisa berubah kalau memang ada yang salah. Jika tidak ada yang mengontrol, akhirnya saya bikin apa pun akan saya anggap benar," ujar Kamarudin secara terbuka.
Ia menilai seluruh tulisan dan evaluasi media harus dijadikan alat refleksi bagi jalannya birokrasi. Meski demikian, ia menitipkan pesan agar wartawan menyajikan informasi secara utuh, akurat, dan terkonfirmasi.
"Tolong tulis secara akurat, wartawan yang menyampaikan berita yang bagus, baik, dan terkonfirmasi, bisa menenangkan masyarakat sehingga situasi daerah tetap kondusif," tambahnya.
Sinergitas Dalam Menyampaikan Informasi Pembangunan Secara Posititif
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Beltim, Royan Agusriadie menyoroti aspek implementasi kemitraan dan penyebarluasan informasi pembangunan daerah yang objektif. Royan berharap adanya keselarasan agar setiap capaian, target, dan program pembangunan daerah dapat tersampaikan dengan baik kepada publik.
"Kami sangat mengharapkan adanya sinergitas dalam memberikan informasi pembangunan, khususnya untuk daerah Beltim. Agar apa yang menjadi tujuan dalam pembangunan daerah itu bisa sampai dengan positif di tengah masyarakat," jelas Royan.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak informasi publik yang sehat harus ditopang oleh keterbukaan data dari pihak pemerintah serta profesionalisme jurnalis dalam mengolah berita. Royan memastikan fokus utama pemda adalah mempertahankan pola kemitraan yang suportif serta sangat terbuka terhadap segala bentuk aspirasi, masukan, kritik, maupun saran dari para wartawan, asalkan disampaikan secara konstruktif.
"Harapan kami, kita tetap bersinergi. Rekan-rekan wartawan silakan menyampaikan aspirasi, masukan, saran, dan pendapatnya bagi pemerintah daerah. Namun, kami harap sifatnya harus membangun guna memperlancar komunikasi dan penyaluran informasi, terutama kepada masyarakat," pungkasnya
Apresiasi dan Masukan disuarakan langsung oleh perwakilan wartawan media online Potret Indonesia, Niza Karyadi. Sembari mengapresiasi ruang diskusi inklusif yang bebas diskriminasi ini, Karyadi menyampaikan adanya perbaikan nyata pada akses konfirmasi di lapangan agar jurnalis bisa menyajikan berita yang valid.
"Bagi kami para wartawan, produk jurnalistik yang dihasilkan akan sejalan dengan apa yang disampaikan oleh narasumber. Jika narasumber memberikan informasi yang bagus, objektif, dan benar, maka hasil publikasi ke masyarakat juga akan baik dan tidak menimbulkan keresahan," ujar Karyadi.
Ia meminta dengan tegas agar seluruh jajaran instansi pemerintahan menerima wartawan secara profesional dan kegiatan seperti ini menjadi jembatan yang baik bagi wartawan dan pemerintah.
"Kami berharap pihak pemerintah daerah secara keseluruhan tidak alergi terhadap kawan-kawan wartawan. Siapa pun wartawan yang ingin melakukan konfirmasi, tolong disikapi dan diterima dengan baik. Saya juga mengingatkan para jurnalis muda untuk terus mengasah kapasitas diri di era digitalisasi agar tetap kompeten," tambahnya.
Melalui audiensi yang berlangsung hangat ini, Pemkab Beltim bersama insan pers sepakat untuk terus membangun komunikasi dua arah yang konstruktif demi memperlancar penyaluran informasi yang sehat dan tepercaya bagi seluruh masyarakat Beltim.