Beranda / Berita / Detil Berita

Inflasi Agustus Tercatat 0,65 Persen, Harga Ikan dan Kangkung Jadi Penyumbang Terbesar

01 Sep 2026, 17:13 WIB • Aliyah
utama #Inflasi #Statistik 31x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat bahwa secara month to month (m-to-m) Agustus 2026 Kabupaten Beltim mengalami inflasi sebesar 0,65 persen. Selain inflasi m-to-m, BPS juga mencatat inflasi year on year (y-to-y) sebesar 3,27 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,95 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Kabupaten Beltim, Dwi Widiyanto pada kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) Agustus 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan BPS, Selasa (01/09/2026). Ia mengatakan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama pada inflasi m-to-m Agustus 2026 dengan andil sebesar 0,49 persen.

"Pada Agustus 2026, semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,49 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi m-to-m adalah Ikan Bulat sebesar 0,23 persen, Ikan Kerisi sebesar 0,23 persen dan Kangkung sebesar 0,09 persen," jelasnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas ikan ini dipengaruhi oleh faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan. Akibatnya, pasokan ikan segar di pasar berkurang drastis sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga berbagai jenis ikan laut melonjak.

"Kalau komoditas sayuran disebabkan oleh musim kemarau panjang. Keterbatasan air menyebabkan hasil panen petani menurun sehingga pasokan sayuran hijau di pasar berkurang dan mendorong kenaikan harga," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Beltim, Kamarudin Muten melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Bayu Priyambodo menekankan perlunya upaya antisipasi oleh seluruh pihak terhadap kondisi tersebut pada September 2026.

"Terutama potensi kenaikan harga sayuran akibat berkurangnya produksi, bahkan kemungkinan gagal panen. Beberapa komoditas lainnya juga perlu kita perhatikan agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi," ungkap Bayu. 

Lebih lanjut, Ia meminta TPID dan seluruh perangkat daerah terkait untuk terus memantau harga dan ketersediaan pasokan, serta segera mengambil langkah apabila terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga.

"Kita perlu memastikan stok pangan tetap tersedia dan distribusinya lancar, terus berkoordinasi dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha, serta melakukan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah jika memang diperlukan," tambahnya.

Disisi lain, Ia juga berharap memperkuat kerja sama dengan daerah lain untuk memastikan pasokan komoditas yang terbatas di daerah Kabupaten Beltim tetap tersedia.

"Saya berharap upaya pengendalian inflasi ini dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat tidak menurun, dan perekonomian daerah dapat terus berjalan dengan baik," tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Beltim, Kepala Diskominfo SP Kabupaten Beltim, Royan Agusriadie, perwakilan pimpinan perangkat daerah teknis terkait dan perwakilan TPID Kabupaten Beltim.