Manggar, Diskominfo SP Beltim – Terik matahari menyengat sejak pagi tidak menyurutkan antusiasme masyarakat menyaksikan Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Sabtu (29/8/26).
Ribuan warga tumpah ke jalan sepanjang rute pawai. Mereka berdiri di sepanjang jalan protokol Kota Manggar, mulai dari kawasan Lapangan Polsek Manggar hingga Taman Kota, kawasan pasar dan simpang lampu merah sebelum berakhir di Lapangan Bola Yagor, Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar.
Sebagian penonton bahkan telah berada di lokasi sejak pagi. Topi dan payung menjadi pelindung dari panas matahari yang semakin terik. Mereka tetap bertahan hingga rombongan terakhir peserta melintas.
Tidak hanya masyarakat Kabupaten Beltim. Sejumlah warga dari Kabupaten Belitung juga datang untuk menyaksikan kemeriahan pawai yang menjadi salah satu agenda tahunan dalam peringatan kemerdekaan.
Tahun ini, sebanyak 122 regu ambil bagian. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 116 regu.
Pawai berlangsung sekitar pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. Meski jumlah peserta bertambah, pelaksanaan tahun ini justru berakhir lebih cepat. Jika dibanding tahun lalu, dengan jumlah peserta yang lebih banyak namun berakhir sekitar pukul 17.00.
Perubahan tersebut salah satunya karena panitia menerapkan aturan baru. Peserta tidak diperbolehkan memberikan bingkisan kepada tamu di panggung kehormatan. Atraksi di depan panggung kehormatan juga ditiadakan.
Peserta yang melanggar ketentuan tersebut terancam pengurangan nilai hingga diskualifikasi. Meski demikian, setiap peserta tetap wajib memberikan penghormatan kepada Bupati Beltim, Kamarudin Muten, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berada di panggung kehormatan.
Penonton Tetap Bertahan di Tengah Terik, Minta Atraksi Dipertahankan
Bagi masyarakat yang datang menyaksikan pawai khususnya di sekitar panggung kehormatan, atraksi peserta menjadi salah satu daya tarik yang ditunggu. Salah satunya Wulandari (34), warga Tanjungpandan yang sengaja datang bersama keluarganya.
Wulan mengaku hampir setiap tahun datang ke Manggar untuk menyaksikan Pawai Pembangunan. Ia menilai kreativitas dan semangat peserta tetap menjadi daya tarik tersendiri.
“Kalau kayak tahun kemarin lebih seru, ada atraksi. Kita jauh-jauh nonton ke sini untuk lihat atraksi. Setahun sekali, sayang kalau hanya sekadar lewat,” kata Wulan.
Meski menyayangkan ditiadakannya atraksi, ibu dua anak mengapresiasi semangat peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Beltim. Menurutnya, peserta telah menunjukkan kreativitas dan kesungguhan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Tahun sih tetap seru. Dengan berbagai krestifitas berbeda. Banyak juga yang bagus-bagus terutama dari yang kategori jalan kaki,” ungka Wulan
Wulan juga memberikan masukan agar pelaksanaan pawai tahun depan dapat lebih menarik lagi. Ia menilai jarak antarpeserta yang terlalu jauh membuat penonton harus menunggu cukup lama.
“Kalau boleh saran, kayaknya yang harus diperbaiki jarak antara peserta yang cukup jauh. Lama menunggu jedanya, dibanding menghilangkan atraksi,” sarannya.