Kelapa Kampit, Diskominfo SP Beltim – Lumpur tidak menghalangi langkah Sekretaris Daerah Belitung Timur (Beltim), Erna Kunondo untuk turun langsung ke lokasi penanaman mangrove di Pantai Pering, Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu (09/09/2026). Bersama jajaran TNI, kepolisian dan sejumlah unsur lainnya, Erna ikut menanam bibit mangrove dalam kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026.
Sebanyak 200 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan yang digelar Kodim 0414/Belitung tersebut. Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya menjaga lingkungan sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap keberlanjutan kawasan yang ditumbuhi mangrove.
Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safi'i Tanjung, Kapolres Beltim AKBP Husni Tamrin, Danlanud H. AS Hanandjoeddin yang diwakili Kapten Lek Erwin Danuarta, Danyon TP 845/KS yang diwakili Letda Inf Ade, Kajari Beltim yang diwakili Jaksa Fungsional Alfa Edha Firmansyah, Anggota DPRD Beltim Aprialdi Simbolon, Camat Kelapa Kampit Yudie Brahma, Kasdim 0414/Belitung Mayor Cek Ihsan, serta sejumlah unsur TNI, Forkopimcam dan pejabat terkait lainnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan. Penanaman mangrove juga mempertemukan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, kepolisian, pelajar hingga masyarakat, dalam satu kegiatan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pesan tersebut disampaikan Erna saat memberikan sambutan mewakili Bupati Beltim. Ia mengapresiasi jajaran TNI, khususnya Kodim 0414/Belitung, yang menjadikan peringatan HUT ke-81 TNI sebagai momentum untuk melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0414/Belitung, atas kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat,” ujar Erna.
Ia mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan. Karena itu, penanaman yang dilakukan hari itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam bibit, tetapi dilanjutkan dengan perawatan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Menanam mangrove berarti menanam kehidupan dan menanam masa depan. Mangrove menjadi pelindung kawasan pesisir, menjaga ekosistem, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Erna juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga bibit yang telah ditanam. Menurutnya, keberhasilan penanaman bukan hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari kemampuan semua pihak memastikan mangrove tersebut dapat bertahan dan tumbuh.
“Mari kita tidak hanya menanam, tetapi juga merawat dan menjaga agar mangrove yang kita tanam hari ini benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Dandim : Mangrove Adalah Benteng Alami
Dandim 0414/Belitung, Letkol Inf Rahman Safi'i Tanjung mengatakan penanaman mangrove menjadi bagian dari kepedulian TNI terhadap lingkungan sekaligus bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Mangrove adalah benteng alami kita. Belitung dan Belitung Timur memiliki garis pantai yang panjang, sehingga kawasan pesisir memiliki kerentanan terhadap abrasi, banjir rob maupun gelombang tinggi. Karena itu, menanam mangrove bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan untuk melindungi wilayah, menjaga ekosistem biota laut dan mengamankan masa depan anak cucu kita,” ujar Tanjung.
Tanjung mengatakan, penanaman 200 bibit di Pantai Pering, Desa Mayang, merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Beltim, Forkopimda, pelajar, kelompok masyarakat dan warga Desa Mayang yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menekankan bahwa penanaman hanyalah langkah awal. Bibit yang telah ditanam membutuhkan perhatian dan perawatan agar dapat tumbuh. Karena itu, jajaran kewilayahan TNI diminta tidak melepas begitu saja tanaman yang sudah ditanam setelah kegiatan berakhir.
“Pekerjaan kita tidak berhenti pada hari ini. Justru tantangan berikutnya adalah bagaimana kita merawatnya. Saya minta kepada para Danramil dan Babinsa di wilayah yang memiliki kawasan mangrove untuk terus memantau dan merawat tanaman ini bersama masyarakat. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan,” katanya.
Pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan juga hadir melalui keterlibatan para pelajar. Siswa SMPN 4 Kelapa Kampit, SMKN 1 Kelapa Kampit dan SMAN 1 Kelapa Kampit ikut bergerak menuju titik penanaman dan menanam bibit mangrove bersama peserta lainnya.
Keterlibatan pelajar memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Mereka tidak hanya menerima pengetahuan tentang manfaat mangrove, tetapi ikut mengambil bagian dalam menanam dan merawat lingkungan di sekitar mereka.