Beranda / Berita / Detil Berita

Dorong Peningkatan Mutu Layanan, Pemkab Beltim Perkuat Sinergi Program JKN

16/Apr/2026, 22:54 WIB • Feji

utama #Kesehatan #BPJS 👁️ 11x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Peningkatan mutu layanan kesehatan menjadi fokus utama dalam penguatan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Sejumlah catatan mulai dari pemenuhan indikator hingga keterbatasan sarana seperti tempat tidur rumah sakit menjadi perhatian bersama dalam forum kemitraan yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/04/2026).

Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya Forum Komunikasi dan Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Beltim Tahun 2026 oleh BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait sektor kesehatan, di antaranya BPJS Kesehatan Beltim, Dinas Kesehatan, RSUD Muhammad Zein, Puskesmas Kelapa Kampit, Bapperida, serta BKPSDM.

Dalam forum tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita memaparkan sejumlah hal strategis terkait pelaksanaan Program JKN dengan penekanan pada aspek mutu fasilitas kesehatan (faskes). Selain realisasi pembayaran layanan kesehatan dan tren penyakit terbanyak, turut disampaikan rincian nilai biaya yang dibayarkan melalui klaim layanan baik untuk obat-obatan, layanan non kapitasi, kapitasi, pelayanan kolektif di rumah sakit, hingga alat kesehatan.

BPJS Kesehatan juga menampilkan grafik rasio klaim dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2023, 2024, dan 2025. Data tersebut memberikan gambaran tren pembiayaan layanan kesehatan sekaligus menjadi indikator dalam menjaga keberlanjutan program JKN.

Aswalmi menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan serta menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas.

“Forum ini merupakan wadah yang sangat penting untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung keberlangsungan serta peningkatan kualitas mutu layanan,” ujar Aswalmi Gusmita.

Dalam pemaparannya, Aswalmi juga menyoroti bahwa peningkatan mutu layanan masih menjadi tantangan, khususnya pada fasilitas kesehatan rujukan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, RSUD Muhammad Zein sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan di Beltim masih mengalami kekurangan tempat tidur di berbagai kelas perawatan, yang berdampak pada optimalisasi pelayanan kepada peserta JKN.

“Melalui forum ini, saya berharap kita dapat berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan serta mencari solusi bersama secara konstruktif, khususnya dalam peningkatan mutu layanan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, aspek mutu juga berkaitan dengan pemenuhan indikator yang menjadi dasar kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini turut berdampak pada potensi kehilangan pendapatan (lost income) di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas Kelapa Kampit, Manggar, dan Simpang Pesak, akibat belum terpenuhinya beberapa persyaratan yang ditetapkan.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga mendorong peningkatan mutu melalui digitalisasi layanan, salah satunya dengan pemanfaatan antrean online pada aplikasi Mobile JKN untuk FKTP guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelayanan.

Bupati Tekankan Mutu Pelayanan Harus Jadi Prioritas

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan kesehatan harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak.

“Mutu pelayanan harus menjadi prioritas kita. Jangan sampai masyarakat tidak mendapatkan layanan yang optimal. Ini tidak hanya soal pemenuhan indikator, tetapi bagaimana kita benar-benar memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik dan merata,” ujar Kamarudin Muten.

Ia juga berharap pelayanan kesehatan di Beltim dapat terus ditingkatkan, termasuk meminimalisir potensi kehilangan pendapatan di fasilitas kesehatan.

“Kami berharap pelayanan kesehatan di Beltim dapat terus ditingkatkan, sehingga berbagai indikator dan target yang disampaikan oleh BPJS Kesehatan dapat tercapai secara optimal, serta tidak ada lagi potensi lost income yang menyebabkan pendapatan puskesmas berkurang, mengingat puskesmas saat ini telah menerapkan  BLUD,” tutupnya.