Manggar, Diskominfo SP Beltim – Karya-karya peserta Kampit Short Film Festival (KAMPIFF) 2026 mulai hadir di hadapan publik melalui pemutaran film di Lapangan Segitiga Kelapa Kampit, Kamis malam (15/10/2026). Penayangan yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian festival yang berlangsung secara bertahap hingga menjelang malam puncak pada 23 Oktober 2026.
Sebanyak 26 film terpilih akan mengisi rangkaian pemutaran tersebut. Karya-karya itu terdiri dari 13 film kategori pelajar dan 13 film kategori umum, yang diseleksi dari 39 film kiriman peserta KAMPIFF 2026. Sebelumnya, festival ini mencatat 41 peserta mendaftar, dengan 21 peserta kategori pelajar dan 20 peserta kategori umum.
Ketua Panitia KAMPIFF, Jodi Nuari menjelaskan proses seleksi diawali dengan kurasi oleh tiga orang kurator. Mereka memeriksa kelayakan film, termasuk kemungkinan adanya kemiripan dengan karya lain. Film yang memenuhi ketentuan kemudian masuk ke tahap penilaian oleh enam juri, masing-masing tiga orang untuk kategori pelajar dan kategori umum.
Penjurian kategori pelajar berlangsung pada 11 Oktober, sedangkan kategori umum pada 12 Oktober 2026. Dalam proses tersebut, film diputar di hadapan juri. Para pembuat film juga mendapat kesempatan menjawab pertanyaan dan menerima masukan mengenai karya yang mereka hasilkan.
Menurut Jodi, penilaian tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kemampuan peserta membangun cerita dan menyampaikan pesan kepada penonton. Dengan durasi sekitar 15 menit, pembuat film ditantang mengembangkan gagasan menjadi cerita yang utuh tanpa kehilangan inti pesan.
“Lebih ke plot cerita, bagaimana kita handle cerita kita dan film kita 15 menit dan itu sampai pesannya,” kata Jodi saat diwawancarai, Senin (12/10/2026).
Dari film yang masuk, Jodi melihat genre mistis atau cerita yang berkaitan dengan dunia perdukunan cukup banyak dipilih peserta. Kecenderungan itu, menurutnya, mungkin berkaitan dengan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di Pulau Belitung. Meski begitu, setiap film tetap harus dinilai berdasarkan cerita dan cara pembuatnya menyampaikan gagasan kepada penonton.
Rangkaian pemutaran dijadwalkan berlangsung pada 15, 16, 17, 21 dan 22 Oktober 2026. Dengan jadwal tersebut, ke-26 film tidak ditayangkan sekaligus pada malam pembukaan, melainkan dibagi ke dalam beberapa hari pemutaran. Masyarakat dapat menyaksikan karya-karya peserta di Lapangan Segitiga Kelapa Kampit selama rangkaian festival berlangsung.
Setelah seluruh rangkaian pemutaran selesai, KAMPIFF akan menggelar malam puncak pada 23 Oktober 2026. Panitia akan mengumumkan pemenang kategori pelajar dan umum, termasuk juara pertama, kedua dan ketiga serta penghargaan bagi aktor dan aktris terbaik.
Bagi Jodi, keberanian peserta untuk membuat film, berkreasi dan menuangkan gagasan menjadi naskah merupakan bagian penting dari perkembangan perfilman lokal. Ia menilai kemauan untuk mencoba dan menyelesaikan sebuah karya patut menjadi perhatian, terutama bagi pelajar yang sedang mengembangkan kemampuan kreatifnya.
“Kami sangat apresiasi mereka berani tampil berani buat film berani berkreasi berimajinasi membuat naskah itu luar biasa, jadi untuk hasil itu normatif lah,” ujarnya.
Ia pun mengajak anak muda yang tertarik pada dunia film agar tidak ragu memulai dan terus mengembangkan kemampuan, meskipun masih dalam tahap belajar.
“Jangan takut berkarya, gas pokoknya,” kata Jodi.