Beranda / Berita / Detil Berita

Baru Lima Tahun, Benazir Tak Gentar Hadapi Lawan Lebih Tua, Bawa Pulang Emas Liga Karate Pelajar

25 Okt 2026, 20:57 WIB • Fauzi
berita #Karakte 195x dibaca

Bagikan

Gantung, Diskominfo SP Beltim – Liga Karate Antar Pelajar Jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Pulau Belitung Tahun 2026 telah usai mingu lalu. Namun dibalik kompetensi tahunan tersebut, terselip banyak cerita hebat tercipta.  

Usianya baru lima tahun. Di saat sebagian anak seusianya masih menikmati hari-hari di taman kanak-kanak, Benazir Farras Bayu sudah berani melangkah ke arena kompetisi olahraga. Ia mengikuti pertandingan karate bersama para pelajar yang usianya lebih tua, membawa bekal latihan dan semangat untuk memberikan yang terbaik.

Keberanian itu berbuah manis. Karateka cilik dari TK Negeri Pembina Gantung, berhasil meraih medali emas pada Liga Karate Antar Pelajar Se-Pulau Belitung 2026 yang berlangsung di GOR Dispora Damar, 17–18 Oktober 2026 lalu.

Benazir turun pada kategori Festival Kelas 1–2 Kumite -25 kilogram putra. Di kategori tersebut, putra ke-2 pasangan Julian Candra Bayu dan Meyca Revianti berhadapan dengan peserta dari kalangan siswa sekolah dasar (SD) yang umurnya berada di atasnya. Namun, perbedaan usia tidak menghalanginya untuk mengambil bagian dalam persaingan.

Medali emas yang dibawanya pulang menjadi pencapaian membanggakan bagi keluarga dan Dojo Wadokai tempatnya berlatih. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, prestasi itu menjadi bagian dari perjalanan awal seorang karateka cilik yang sedang belajar mengenal tantangan, mengasah kemampuan, dan membangun keberanian melalui olahraga.

Di balik medali emas tersebut, ada persiapan yang dijalani Benazir menjelang kejuaraan. Meyca Revianti (35), ibu Benazir, mengaku bangga sekaligus terharu melihat pencapaian putranya.

Menurut Meyca, Benazir telah menjalani latihan selama hampir satu bulan melalui program training camp (TC) bersama Senpai Indra di Dojo Wadokai. Persiapan itu dilakukan untuk menghadapi Liga Karate Antar Pelajar Se-Pulau Belitung 2026.

“Saya sangat terharu dengan pencapaian Adek Ben. Benazir sudah berlatih hampir satu bulan melalui program training camp (TC) bersama Senpai Indra di Dojo Wadokai untuk menghadapi event ini,” ungkap Meyca kepada Diskominfo SP, Minggu (25/10/26).

Bagi keluarga, pencapaian Benazir bukan semata-mata tentang kemenangan. Ada kebahagiaan melihatnya berani menjalani pengalaman bertanding sejak usia dini. Medali emas tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat agar Benazir semakin tekun berlatih dan terus mengembangkan kemampuannya.

“Semoga pencapaian Adek Ben hari ini menjadi motivasi untuk lebih semangat dan giat lagi berlatih di bawah naungan Dojo Wadokai,” harap Meyca.

Langkah Kecil untuk Perjalanan Panjang

Pada usia yang masih sangat muda, perjalanan Benazir di dunia karate tentu masih panjang. Medali yang diraihnya kali ini menjadi salah satu langkah awal dalam proses tersebut.

Senpai Indra Fritora menilai kejuaraan antarpelajar sebagai kesempatan penting bagi para atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding. Melalui kompetisi, kemampuan yang selama ini diasah di dojo dapat diuji dalam suasana pertandingan sesungguhnya.

“Event ini sangat bagus. Semoga ke depan semakin banyak event seperti ini untuk melatih jam terbang anak-anak dojo sekaligus menampilkan hasil kerja keras mereka selama menjalani proses latihan di dojo,” kata Indra.

Bagi atlet usia dini, pengalaman bertanding merupakan bagian dari proses belajar. Mereka mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan, mengenal persaingan, serta membangun kepercayaan diri ketika berhadapan dengan lawan dari berbagai latar belakang latihan.

Indra menekankan medali memang menjadi salah satu hasil yang dinantikan dalam sebuah kejuaraan. Namun, proses latihan dan pengalaman yang diperoleh selama bertanding juga memiliki arti penting bagi perkembangan seorang atlet. 

“Kemenangan dapat menjadi motivasi, sementara pengalaman menghadapi tantangan menjadi bekal untuk memperbaiki kemampuan pada latihan berikutnya,” ujar Indra.

Prestasi Benazir memperlihatkan bagaimana persiapan dan kesempatan berkompetisi dapat menghasilkan pencapaian sejak usia dini. Meski demikian, perjalanan seorang karateka tidak berhenti pada satu kemenangan. Latihan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar tetap menjadi bagian penting dalam prosesnya.

Liga Karate Antar Pelajar Se-Pulau Belitung 2026 menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan mereka. Di tengah persaingan tersebut, Benazir hadir dengan kisahnya sendiri: seorang anak taman kanak-kanak yang berani mengambil bagian dalam kompetisi bersama peserta yang lebih tua.

Medali emas yang diraihnya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan Dojo Wadokai. Namun, pencapaian itu juga dapat menjadi titik awal untuk perjalanan yang masih panjang. Akan ada lebih banyak latihan, tantangan, dan pertandingan yang kelak dihadapinya.

Untuk saat ini, Benazir telah menorehkan satu prestasi membanggakan di usianya yang baru lima tahun. Dari arena karate di GOR Dispora Damar, ia membawa pulang medali emas sekaligus pengalaman yang berharga bagi langkah-langkah berikutnya.

Sebab, dalam perjalanan seorang atlet, prestasi bukan hanya tentang siapa yang berdiri sebagai pemenang hari ini. Ada proses panjang untuk belajar, berlatih, dan terus bertumbuh. Bagi Benazir, perjalanan itu baru saja dimulai.