Wakil Bupati Beltim bersama Perwakilan Pertamina dan Kejaksaan serta Polres
Wabup Berbincang Kepada Pemilik Usaha Makanan Yang Patuh Menggunakan Gas Non Subsidi
Wabup Beltim Memberikan Bingkisan Kepada Usaha yang Patuh Menggunakan Gas Non Subsidi
Wabup Beltim Saat diWawancara oleh Tim DiskominfoSP
Antisipasi Penyalahgunaan Gas Berubsidi, Tim Satgas Lakukan Sidak
13/Jan/2026, 20:49 WIB โข Wara
Manggar, Diskominfo SP Beltim โ Wakil Bupati (Wabup) Belitung Timur (Beltim), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Beltim dan Perwakilan Pertamina yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (kg) melakukan penyisiran ke sejumlah rumah makan, hotel dan binatu di Kecamatan Manggar, Selasa (13/01/26). Inspeksi mendadak (Sidak) merupakan pengawasan terhadap pemakaian LPG bersubsidi serta dalam rangka menyelidiki kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di tengah masyarakat.
Wabup Khairil Anwar yang memimpin kegiatan ini mengatakan dari hasil inspeksi yang dilakukan masih terdapat pelaku usaha yang menggunakan LPG bersubsidi, wabup mengatakan tim mengimbau kepada pelaku usaha untuk menggunakan gas non subsidi.
โDengan adanya sidak ini, mudah-mudahan kelangkaan LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi UMKM Kecil ke bawah dan rumah tangga yang berhak menerima dapat dipenuhi, saya harap sidak kali ini bisa menjadi peringatan bagi pelaku usaha menengah yang masih menggunakan LPG bersubsidi ini,โ ungkap Khairil.
Wabup Khairil melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan mengimbau agar penggunaan LPG bersubsidi ini sesuai aturan, bersama dengan Pertamina juga melakukan edukasi bahwa penggunaan g LPG 3 kilogram tidak diperbolehkan untuk digunakan oleh usaha binatu dan rumah makan skala besar.
โSaat ini bagi yang masih menggunakan LPG 3 kilogram kita lakukan pembinaan saja, tapi jika saat kita lakukan sidak lagi masih juga menggunakan baru akan kita peringatkan dengan tegas,โ sambungnya.
Khairil juga menekankan bahwa pemkab sudah melakukan upaya terhadap pendistribusian LPG bersubsidi ke masyarakat. Hal ini karena dari delapan rumah makan, dua hotel dan empat binatu terdapat rumah makan dan binatu yang menggunakan LPG bersubsidi bahkan dalam jumlah yang banyak.