Beranda / Berita / Detil Berita

Wabup Tinjau BBM di Manggar, Pengisian di SPBU Diatur untuk Urai Antrean

15 Sep 2026, 16:14 WIB Atha
utama #SPBU #Pertalite #Antrean Pertalite 17x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyepakati pengaturan waktu pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Desa Padang, Kecamatan Manggar, sebagai langkah sementara untuk mengurai kepadatan antrean.

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengatakan, kesepakatan tersebut dibahas bersama aparat penegak hukum (APH) setelah dilakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pelayanan BBM di lapangan. Pengaturan dilakukan dengan membedakan waktu pengisian bagi pengguna umum dan pembelian BBM dengan volume di atas 5 liter.

“Untuk sementara, mulai besok kita sepakati pengisian BBM bagi pengguna umum dari pukul 06.00 sampai 12.00. Kemudian mulai pukul 13.00 untuk pengisian dengan pembelian di atas 5 liter. Ini bukan berarti kita membolehkan, tetapi untuk sementara demi mengurai antrean di SPBU Kecamatan Manggar dan sekitarnya,” ujar Khairil usai peninjauan, Selasa (15/9/2026).

Ia menegaskan, pengaturan tersebut tidak dimaksudkan sebagai kebijakan permanen. Pelaksanaannya akan dipantau bersama Forkopimda dan dievaluasi apabila kondisi pelayanan BBM telah kembali normal.

“Kalau misalnya sudah normal, ya mudah-mudahan ini tidak akan terjadi lagi. Intinya dari Forkopimda sama-sama sepakat untuk hal ini, dan besok mulai pukul 13.00 kita awasi lagi,” katanya.

Sebelum meninjau SPBU Desa Padang, Wabup bersama Forkopimda dan rombongan terlebih dahulu berkeliling ke sejumlah toko dan warung yang menjual BBM secara eceran di Kecamatan Manggar. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan sekaligus mengetahui harga Pertalite yang beredar di tingkat eceran.

Dari hasil peninjauan, Khairil menyebut sejumlah penjual eceran dalam beberapa hari terakhir tidak menjual Pertalite. Sementara pedagang yang masih menyediakan Pertalite menjual dengan harga yang bervariasi, bahkan ditemukan harga hingga Rp14.000 per liter.

“Jadi kalau yang Pertamini, itu rata-rata beberapa hari ini mereka tidak jual Pertalite. Kalaupun ada, memang harganya masih variatif, paling mahal Rp14 ribu. Ternyata, dari hasil sosialisasi atau koordinasi pertemuan itu, modal mereka membeli BBM sebesar Rp240 ribu,” ungkapnya.

Menurut Khairil, kondisi tersebut turut menjadi persoalan yang perlu diperhatikan karena harga perolehan BBM di tingkat pedagang berpengaruh terhadap harga jual kepada masyarakat. Karena itu, Pemkab Beltim tetap mengimbau penjual eceran agar menetapkan harga yang wajar.

“Tapi sudah kita sarankan, kita imbau agar mereka tetap jual sesuai lah. Jangan sampai Rp14 ribu,” lanjutnya.

Setelah peninjauan BBM eceran, rombongan kemudian melanjutkan pemantauan ke SPBU Desa Padang. Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM dan mengurai kepadatan antrean di wilayah Kecamatan Manggar dan sekitarnya.