Beranda / Berita / Detil Berita

Operasi Pasar Kelapa Kampit Ramai, Ayam Beku Jadi Buruan Warga

15 Sep 2026, 16:44 WIB Feji
utama #Operasi Pasar #Stabilitas Harga 18x dibaca

Bagikan

Kelapa Kampit, Diskominfo SP Beltim – Operasi pasar memasuki hari kedua dengan menyasar masyarakat Kelapa Kampit setelah sehari sebelumnya digelar di Manggar, Gantung, Simpang Pesak dan Dendang. Suasana ramai terlihat di Lapangan Segitiga, tempat warga berdatangan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok, dengan daging ayam beku menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati, Selasa (15/9/2026).

Kepala Bagian Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Daya Alam (Ekbang) Setda Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Tri Astuti Ramadhani Haliza mengatakan antusiasme masyarakat Kelapa Kampit cukup tinggi. Bahkan, minat warga terlihat berbeda setelah operasi pasar dibuka untuk umum dibandingkan data awal warga yang sebelumnya dihimpun untuk membeli ayam beku.

“Alhamdulillah Kampit hari ini ramai. Termasuk komoditas utama kita, ayam beku itu banyak peminatnya. Awalnya kita mendata masyarakat yang ingin membeli dan data yang masuk tidak banyak. Namun setelah kita adakan operasi pasar terbuka, ternyata antusias masyarakat Kelapa Kampit luar biasa,” kata Tri.

Ia mengatakan pelaksanaan operasi pasar menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu menekan harga ayam yang masih berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram. Dalam operasi pasar, ayam beku dijual dengan harga Rp39 ribu per kilogram.

“Dengan adanya operasi pasar yang kita laksanakan di tujuh kecamatan ini, kita berharap bisa ikut mengintervensi harga ayam yang saat ini masih berada di kisaran Rp50 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram,” ujar Tri.

Tri mengatakan stok ayam beku yang disiapkan untuk operasi pasar masih tersedia. Masyarakat yang masih membutuhkan ayam beku dapat memperoleh informasi melalui pemerintah daerah maupun distributor.

“Stoknya masih ada. Kalau masyarakat masih membutuhkan ayam beku, bisa menghubungi pemerintah daerah atau langsung kepada distributornya, Pak Gusti,” ujarnya.

Menurut Tri, respons masyarakat di sejumlah lokasi operasi pasar menjadi bahan evaluasi pemerintah, salah satunya terkait pemahaman masyarakat terhadap ayam beku. Sebagian warga masih belum terbiasa mengonsumsi ayam beku, meski produk itu sudah beredar di Beltim dan digunakan sejumlah pelaku usaha serta UMKM.

“Ke depan, sosialisasi dan promosi mengenai ayam beku ini perlu kita tingkatkan. Karena memang ada masyarakat yang belum terbiasa mengonsumsi ayam beku. Padahal ayam beku ini sudah beredar di Beltim, distributornya juga ada dan banyak pelaku usaha serta UMKM yang menggunakannya,” kata Tri.

Selain ayam beku, sayur-sayuran juga ramai didatangi pembeli. MINYAKITA dan beras SPHP ikut tersedia sehingga masyarakat memiliki pilihan kebutuhan yang lebih beragam saat operasi pasar berlangsung.

Kampit Hadirkan Lebih Banyak Pilihan

Berbeda dengan operasi pasar di kecamatan lain yang menyediakan ayam beku, MINYAKITA dan beras SPHP, pelaksanaan di Kelapa Kampit juga menghadirkan berbagai kebutuhan pangan lain. Sayuran seperti cabai, bawang dan kebutuhan dapur lainnya tersedia bersama produk mi instan yang dijual pelaku usaha lokal.

Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kelapa Kampit, Agustian Surya Santana mengatakan keberadaan komoditas tambahan itu menjadi salah satu ciri operasi pasar di Kelapa Kampit. Pedagang sayuran dan agen mi instan lokal selama ini juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang digelar di wilayah kecamatan.

“Kalau sayuran memang ramai sekali. Yang jual sayur ini agen besar di sini. Untuk Indomie juga agen lokal. Mereka memang sering kita ajak jualan, bukan hanya saat operasi pasar,” kata Agustian.

Agustian mengatakan jika dibandingkan dengan operasi pasar yang biasa digelar di Kelapa Kampit, suasana kali ini memang belum seramai biasanya. Salah satu perbedaannya adalah tidak adanya keterlibatan BUMDes dalam penjualan komoditas.

“Kalau dibandingkan dengan biasanya, memang kurang ramai. Biasanya BUMDes kita libatkan untuk menjual beberapa komoditas, salah satunya telur. Untuk MINYAKITA dan beras SPHP juga sebelumnya BUMDes ikut menjual. Tahun ini Bulog dan distributor langsung yang menangani,” ujarnya.

Menurut Agustian, telur menjadi salah satu komoditas yang banyak ditanyakan masyarakat. Namun produksi telur BUMDes saat ini masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Banyak masyarakat yang tadi bertanya apakah ada telur. Untuk telur memang produksi kita saat ini cukup untuk kebutuhan MBG. SPPG juga sudah terikat kontrak, jadi belum ada banyak telur yang bisa kita keluarkan untuk dijual,” kata Agustian.

Untuk pelaksanaan operasi pasar berikutnya, Agustian mengatakan pihak kecamatan akan kembali berkoordinasi dengan BUMDes agar keterlibatan mereka dapat diperkuat.