Beranda / Berita / Detil Berita

Wabup Beltim Apresiasi Program SOLUSI dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

29/Jan/2026, 18:16 WIB • Feji

utama #Penanaman Rehabilitasi Lahan Kritis #Tebat Rasau #Lingkungan hidup 👁️ 76x dibaca

Simpang Renggiang, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Tarsius Center Indonesia (TCI) sebagai implementor Program SOLUSI di Pulau Belitung. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat menghadiri Penanaman Rehabilitasi Lahan Kritis di Tebat Rasau, Desa Lintang, Kamis (29/1/2026).

Dalam sambutannya, Khairil Anwar menyampaikan bahwa Program SOLUSI sejalan dengan komitmen Pemkab Beltim dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memulihkan lahan-lahan kritis. Menurutnya, upaya rehabilitasi lahan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

“Peran TCI tidak hanya penting dalam pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan daerah,” ujar Khairil.

Ia menegaskan bahwa rehabilitasi lahan kritis tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan sumber daya air, mencegah bencana alam, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan.

“Jadi, hari ini kita menanam pohon adalah salah satu upaya untuk melestarikan alam. Hal baik ini perlu sama-sama kita jaga dan upayakan, jangan sampai menanam pohon 2000 namun menebang 3000 pohon, akhirnya tidak berimbang. Kedepan kita akan pantau juga tanaman yang kita tanam hari ini, bagus atau tidak. Ini mudah-mudahan nanti tidak hanya sampai disini namun akan terus berlanjut setiap tahun,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Yayasan Tarsius Center Indonesia, perangkat daerah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Berbagai jenis tanaman ditanam sebagai upaya mendukung pemulihan lahan kritis dan menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Desa Lintang.

Tiga Desa Beltim diharapkan menjadi model percontohan Nasional

Ketua Yayasan Tarsius Center, Budi Setiawan, mengatakan bahwa program SOLUSI ini digagas karena ada kegelisahan bahwa banyak sekali terjadi tumpang tindih antara rencana tata ruang darat dan laut. 

“Program SOLUSI ini akan berjalan sampai 2028, jadi 2025 lalu penguatan kita pada baseline data, 2026 penguatan kelompok manajemen kelola, 2027 kita penguatan rencana bisnis sehingga pada tahun 2028 program ini sudah menuju keberlanjutan dan kemandirian,” kata Budi.

Ia menambahkan bahwa di Belitung Timur dipilih tiga Desa sebagai pilot project berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, jadi terpilihlah Desa Simpang Tiga sebagai Hulu Sungai, ditengahnya Desa Lintang, dan di ujungnya Desa Gantung.

“Tiga Desa yang dipilih ini diharapkan menjadi model percontohan Nasional tentang bagaimana perencanaan kebijakan dan menyusun tata ruang baik darat ataupun laut, inilah yang menjadi rencana besarnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan setiap Desa intervensinya akan berbeda menyesuaikan potensi dan tantangan masing-masing desa, terutama dalam penguatan konservasi lingkungan.

“Di Desa Lintang, yang berada di kawasan Sungai Lenggang, program difokuskan pada pengembangan keanekaragaman hayati. Di Tebat Rasau sudah dibuatkan Arboretum berbasis tanaman rempah, sehingga selain untuk penyelamatan tanaman, namun bisa menjadi penelitian dari Indonesia maupun Luar Negeri dan bisa menjadi tempat edukasi untuk anak sekolah mengenal tanaman maupun sungai purba,” Tutup Budy.