Beranda / Berita / Detil Berita

Tarif Listrik dan Harga Emas Jadi Penyebab Kenaikan Inflasi Januari 2026

02/Feb/2026, 19:44 WIB • Aliyah

utama #Rilis BPS 👁️ 52x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Januari 2026 mencapai 3,09% (year on year/y-o-y), dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,03 pada Januari 2025 menjadi 107,24 pada Januari 2026.

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang menjadi penyumbang utama andil inflasi y-o-y khususnya pada komoditas tarif listrik yang memiliki andil sebesar 1,65%.

"Sebenarnya kalau dilihat dari grafiknya ini aman terkendali, namun ada titik-titik yaitu pada Januari dan Februari 2025 di mana kelompok ini memberikan andil yang cukup besar untuk deflasi tahunan pada bulan tersebut yaitu dengan adanya diskon tarif listrik. Kemudian karena mengalami deflasi, sehingga pada Januari 2026 kelompok ini juga memberikan andil inflasi karena tidak ada lagi diskon tarif listrik," ungkap Kepala BPS, Dwi Widiyanto melalui Statistisi Ahli Madya, Fetia Nursih Widiastuti.

Dikatakan Fetia, selain tarif listrik, beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang inflasi y-on-y terbesar yaitu emas perhiasan sebesar 0,82% dan cumi-cumi sebesar 0,42%.

"Sementara untuk tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Beltim Januari 2026 masing-masing sebesar 0,03%. Dengan andil komoditas dominan diantaranya emas perhiasan sebesar 0,10%, Ikan bulat sebesar 0,07% dan daging ayam ras sebesar 0,07%," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Bayu Priyambodo, mengungkapkan bahwa seluruh elemen masyarakat perlunya kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi pada Februari 2026 seiring meningkatnya harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. 

"Berdasarkan rilis berita yang disampaikan, pada Januari 2026 terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Untuk itu, diperlukan langkah konkret melalui penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga dan pasokan secara rutin, pelaksanaan operasi pasar, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok," ujar Bayu.

Ia mengatakan Pemkab Beltim terus berkomitmen untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui kerja sama lintas sektor, baik dengan instansi vertikal, pelaku usaha, maupun masyarakat.

"Kami berharap kita semua dapat terus bekerja sama, menjaga ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok, agar daya beli dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.