Beranda / Berita / Detil Berita

Suwarni dan Harapan di Balik Bantuan Pemerintah

20 Agt 2026, 23:18 WIB Fauzi
utama #Bansos Pemkab Beltim 33x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Tetes air mata tampak dari wajah Suwarni (66) ketika menerima paket bantuan permakanan dan sandang dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Bagi perempuan lanjut usia itu, bantuan yang diterimanya bukan sekadar beras, minyak goreng, selimut dan kain.

Bantuan tersebut menjadi sedikit ruang lega di tengah kehidupan yang tidak mudah dijalaninya bersama sang suami. Haru itu pun dituangkannya saat berkeluh kesah tentang kehidupannya kepada Diskominfo SPBeltim.

“Alhamdulillah. Terima kasih. Untuk kita makan. Minyak ini, selimut sama kain. Besar kecilnya tergantung kita. Yang penting dapat, alhamdulillah,” ucap Suwarni usai menerima bantuan secara simbolis di Kantor Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kamis (20/8/2026).

Suwarni kini tinggal berdua bersama suaminya. Anak mereka telah meninggal dunia. Sementara sang suami juga tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membuatnya harus menggunakan kursi roda setelah menjalani amputasi kaki akibat diabetes.

Kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari menjadi semakin terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Suwarni mengaku harus menjalani kehidupan dengan apa adanya.

“Bapak sudah tidak bisa jalan. Pakai kursi roda juga susah,” tuturnya.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci ini mengatakan, kondisi suaminya semakin berat sejak beberapa waktu terakhir. Sang suami bahkan sempat mengalami kondisi kritis hingga harus menjalani perawatan.

“Bapak meninggal bulan puasa kemarin,” katanya dalam wawancara yang juga mengisahkan perjuangannya merawat sang suami.

Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan pemerintah menjadi salah satu hal yang disyukuri Suwarni. Setidaknya, bantuan kebutuhan pangan dapat mengurangi pengeluaran yang harus dipenuhinya untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi Suwarni, tidak banyak yang bisa diminta. Ia hanya berharap bantuan tersebut terus menjadi perhatian bagi masyarakat yang berada dalam kondisi seperti dirinya.

“Semoga bantuan ini terus ada,” harapnya.

Bantuan Bukan Sekadar Umpan Bergilir ke Tujuh Kecamatan

Kisah Suwarni menjadi salah satu gambaran masyarakat yang menjadi sasaran Program Pelinsos Pemkab Beltim. Bupati Beltim Kamarudin Muten mengatakan, pemberian bantuan merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Namun, menurutnya, bantuan tidak boleh berhenti hanya pada penyaluran paket kebutuhan dasar.

“Ini untuk meringankan. Ini rutinitas yang saya sampaikan ke Dinsos. Bukan itu saja yang harus dikerjakan setiap tahun, tapi kita harus memikirkan ke depan harus seperti apa,” kata Kamarudin.

Menurutnya, pemerintah harus mulai memikirkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus berada dalam kondisi yang sama dan selalu menunggu bantuan. Kamarudin mengibaratkan bantuan sebagai sesuatu yang perlu dikembangkan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk bangkit.

“Bukan hanya kasih umpan, tapi kasih kail,” tegasnya.

Bagi Kamarudin, pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan kemudian menganggap persoalan selesai. Dinas terkait harus melihat kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh dan mencari langkah yang dapat dilakukan sesuai kemampuan serta kondisi masing-masing penerima.

“Kita harus pikirkan ke depan supaya daerah kita tidak terus seperti itu. Jangan selalu mengharapkan bantuan dan bantuan. Kita harus mengupayakan yang lain,” ujarnya.

Kamarudin memastikan program perlindungan sosial tersebut tidak hanya menyasar masyarakat di Kecamatan Manggar. Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bergilir di seluruh wilayah Kabupaten Beltim.

Penyaluran selanjutnya juga akan dilakukan di wilayah kecamatan dan desa lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bagi Pemkab Beltim, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan tidak terlewatkan dalam program perlindungan sosial.

“Ruang lingkup cakupan kita ini Kabupaten Belitung Timur,” ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat rentan dapat sedikit terbantu sekaligus memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan dari pemerintah daerah.

Bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan, perhatian semacam ini menjadi penting. Bukan hanya soal isi paket yang diterima, tetapi juga pesan bahwa mereka tetap menjadi bagian dari pembangunan dan tidak berjalan sendiri menghadapi keterbatasan.