Beranda / Berita / Detil Berita

Sekian Lama Dinantikan, SPPG Mekar Jaya Manggar Akhirnya Diresmikan

14 Okt 2026, 21:14 WIB • Fauzi
utama #MBG #SPPG 57x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Misteri kapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Jaya, Kecamatan Manggar akan mulai beroperasi akhirnya jerjawab. Pertanyaan itu cukup lama muncul di tengah masyarakat, mengingat bangunan megahnya telah berdiri di lokasi strategis Simpang Empat Manggar dan pembangunannya pun sudah lama rampung.

Penantian tersebut akhirnya mendapat titik terang. SPPG Mekar Jaya resmi diresmikan pada Rabu (14/10/2026) pagi melalui prosesi pemotongan pita oleh Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Lili Khamiliyah, bersama Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten.

Peresmian bersama dengan 18 SPPG lain di daerah 3T di Indonesia tersebut turut disaksikan Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat kepala desa, serta undangan lainnya.

Usai prosesi peresmian, rombongan meninjau sejumlah fasilitas dan ruangan di dalam SPPG. Bangunan yang mayoritas biru tersebut tampak tertata, bersih, dan dilengkapi sarana pendukung untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran Sekretaris Utama BGN dalam peresmian ini menjadi perhatian tersendiri. Lili mengungkapkan kunjungannya ke Kabupaten Beltim dilakukan setelah memperoleh informasi mengenai kesiapan SPPG Mekar Jaya yang dinilai perlu ditinjau langsung.

“Informasi yang saya dapatkan dari teman-teman, ini satu-satunya yang di-launching di wilayah Belitung Timur. Jadi, ini harus kami datangi,” ungkap Lili.

Berdasarkan hasil peninjauan, Lili mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana SPPG Mekar Jaya. Menurutnya, fasilitas yang tersedia telah memenuhi sejumlah kebutuhan dalam pedoman pelaksanaan program MBG, termasuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kelengkapan administrasi.

Mantan Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN ini juga menyoroti fasilitas asrama yang disiapkan bagi kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan.

“Dari hasil peninjauan tadi, sarana dan prasarananya sudah semuanya, termasuk IPAL juga sudah bagus. Administrasinya juga sudah bagus, termasuk asrama yang disiapkan. Jadi, sesuai dengan sarana dan prasarana dalam petunjuk teknis pelaksanaan MBG, sudah terealisasi. Tinggal nanti pelaksanaannya,” kata Lili.

Wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pembendahraan Negara Jakarta V ini juga turut mengapresiasi dukungan Pemkab Beltim terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi. 

“Perluasan layanan ke wilayah kepulauan terpencil juga perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting yang menjadi prioritas,” ujar Lila.

Menurutnya, pelaksanaan program membutuhkan proses, kesiapan, dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, sinergi pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar program dapat berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Layani 2.049 Penerima Manfaat dan Serap 45 Tenaga Kerja Lokal

Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyambut baik peresmian SPPG Mekar Jaya. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini telah lama dinantikan masyarakat karena lokasinya berada di persimpangan yang ramai dan mudah terlihat. 

Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan dari warga mengenai waktu operasional SPPG tersebut. Namun, Kamarudin menegaskan bahwa jadwal pelaksanaan program perlu dikoordinasikan dengan BGN selaku pihak yang menangani program MBG. 

Saat meninjau fasilitas, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kondisi bangunan dan kebersihan SPPG Mekar Jaya. 

“Kalau saya lihat ya di antara semua ini SPPG, ini yang paling baik ya yang paling bersih,” puji Kamarudin.

SPPG Mekar Jaya direncanakan melayani sebanyak 2.049 penerima manfaat dan menyerap 45 tenaga kerja lokal. Dapur tersebut dijadwalkan mulai beroperasi dalam dua pekan setelah peresmian.

Sebelumnya, pendirian SPPG Mekar Jaya menghadapi kendala terkait aktivitas meja goyang di sekitar lokasi. Penataan lingkungan dan koordinasi dengan pihak terkait pun diperlukan agar kegiatan SPPG nantinya dapat berlangsung lancar.

Kamarudin meminta pengelola menjaga kebersihan dapur dan peralatan, memastikan bahan makanan layak serta diolah dengan benar, dan memeriksa kualitas makanan sebelum dibagikan. Ketepatan waktu distribusi juga harus menjadi perhatian. Jika ditemukan kendala, ia meminta agar segera ditindaklanjuti.

“Kita mendorong pemanfaatan produk lokal yang memenuhi standar untuk mendukung perekonomian masyarakat, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha di Kabupaten Beltim. Semua kita harapkan memanfaatkan sumber daya lokal,” harap Kamarudin 

Selain itu pula, pria yang akrab dipanggil Afa ini menekankan pengawasan berkala juga diharapkan dilakukan oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan instansi terkait. Kebersihan lingkungan harus dijaga, sedangkan kendala maupun temuan di lapangan perlu segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.