Manggar, Diskominfo SP Beltim – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan secara serentak 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun oleh TNI dan Polri di berbagai wilayah Indonesia, Kamis (13/8/26).
Dari ribuan jembatan yang diresmikan tersebut, enam di antaranya berada di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan dibangun melalui dukungan TNI AD. Keenam jembatan tersebut tersebar di Kecamatan Kelapa Kampit, Manggar dan Gantung.
Peresmian di Kabupaten Beltim dilaksanakan secara daring dari Jembatan Garuda, Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, tak jauh dari kawasan SMA Unggul Garuda. Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar bersama Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0414 Belitung Mayor Cke. Ihsan, perwakilan Forkopimda Kabupaten Beltim, pimpinan OPD terkait, Camat Kelapa Kampit, Kepala Desa Mayang dan Mentawak serta mahasiswa KKN Tematik ITB mengikuti kegiatan tersebut.
Kasdim 0414 Belitung, Mayor Cke. Ihsan mengatakan pembangunan enam jembatan di Kabupaten Beltim masing-masing berada di dua titik di Kecamatan Kelapa Kampit, dua titik di Kecamatan Manggar dan dua titik di Kecamatan Gantung.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut dilakukan untuk membuka dan memperbaiki akses masyarakat, terutama yang menghubungkan antardusun serta mendukung mobilitas anak-anak menuju sekolah.
“Jembatan ini kita bangun dalam rangka menghubungkan akses di antara dua dusun, kemudian juga memudahkan anak-anak sekolah yang melintas dari rumah mereka,” jelas Ihsan.
Pembangunan jembatan juga menjadi solusi terhadap kondisi akses sebelumnya yang dinilai belum memadai, terutama saat musim hujan. Sejumlah akses sebelumnya masih menggunakan papan atau gorong-gorong berukuran kecil yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.
Kondisi tersebut membuat akses masyarakat menjadi rentan tergerus air dan sulit dilalui.
“Memang kita mengantisipasi pada saat musim hujan agar tidak tergerus oleh air. Sebelumnya ada yang menggunakan papan atau gorong-gorong kecil yang tidak mampu menampung air ketika terjadi hujan lebat,” ujar Ihsan.
Selain untuk akses masyarakat dan pendidikan, pembangunan jembatan juga mempertimbangkan kebutuhan warga dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Pria kelahiran Gantung ini mengatakan sejumlah jembatan sebelumnya tidak dapat dilintasi kendaraan dengan kapasitas besar. Padahal, masyarakat membutuhkan kendaraan untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah produksi.
“Jembatan-jembatan yang ada sebelumnya tidak bisa dilintasi kendaraan besar. Di beberapa desa, masyarakat membutuhkan kendaraan truk untuk membawa hasil pertanian sehingga membutuhkan jembatan yang lebih kuat,” ungkapnya.
Pembangunan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing lokasi, termasuk panjang dan lebar jembatan. Sebelum pelaksanaan, dilakukan perencanaan dan penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja agar pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat melalui semangat gotong royong.
Ihsan berharap pembangunan jembatan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Beltim dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Harapan kita ke depan dengan dibangunnya jembatan ini menambah kolaborasi antara pemerintah daerah yang ada di Belitung Timur dengan TNI dan Polri. Jembatan ini juga bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Wabup: Ringankan Biaya dan Perpendek Akses
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan TNI yang telah merealisasikan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Beltim.
Menurutnya, pembangunan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat karena memperpendek jarak tempuh menuju sekolah maupun lokasi pertanian dan perkebunan.
“Pertama kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Kemudian kepada TNI yang sudah melaksanakan perintah dari program Presiden,” kata Khairil.
Khairil menilai keberadaan jembatan tersebut akan memberikan manfaat dari sisi sosial sekaligus ekonomi.
Akses yang lebih dekat membuat masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan lebih jauh. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengurangi biaya transportasi, baik bagi anak-anak yang bersekolah maupun petani yang membawa hasil pertanian dan perkebunan.
“Dampaknya sangat baik dan sangat ditunggu. Akses masyarakat menjadi lebih pendek, baik untuk sekolah maupun mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Dengan sendirinya ongkos mereka menjadi lebih ringan,” ujarnya.
Khairil mengatakan, enam jembatan yang dibangun merupakan titik-titik yang dinilai memiliki kebutuhan mendesak. Meski demikian, masih terdapat sejumlah akses lain yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Jangankan hanya enam, seratus pun lebih baik karena masih banyak akses kita yang sebenarnya perlu diupayakan. Tetapi enam titik ini dianggap vital dan perlu didahulukan,” tambahnya.
Mantan Camat Simpang Pesak ini berharap pembangunan infrastruktur serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, terutama untuk membuka akses masyarakat yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perkebunan.
“Semoga ke depan akses-akses lain yang diperlukan, terutama untuk pertanian dan perkebunan, juga bisa kita upayakan,” pungkasnya.