Beranda / Berita / Detil Berita

Evaluasi Pasca Aksi Tujuh Agustus, PT Timah Perkuat Komunikasi dengan Pemda dan Forkopimda Beltim

13 Agt 2026, 20:36 WIB Vishy
utama #Timah #Pertambangan Timah 22x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – PT Timah Tbk menginisiasi pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan diskusi dan evaluasi terkait perkembangan pasca aksi yang terjadi pada tujuh Agustus 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kamis (13/08/26) tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi situasi yang terjadi sekaligus membahas langkah-langkah ke depan agar kondisi keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di wilayah Kabupaten Beltim tetap terjaga.

Pertemuan dihadiri Direktur Operasi PT Timah Tbk Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, sejumlah unsur Forkopimda, serta beberapa OPD terkait.

Direktur Operasi PT Timah Tbk Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan inisiatif PT Timah untuk mendapatkan masukan langsung dari pemerintah daerah dan Forkopimda terkait kondisi pasca kejadian tujuh Agustus.

“Hari ini kami dari PT Timah ingin mengajak Pemerintah Daerah dan Forkopimda untuk mengevaluasi kondisi kejadian tanggal tujuh Agustus yang terjadi di PT Timah,” ujar Handy.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya dilakukan secara internal oleh PT Timah. Masukan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD, serta pihak-pihak yang berada langsung di lapangan dinilai penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami ingin mendapatkan masukan dari Bapak-Ibu yang berada dan langsung berhadapan dengan lokasi maupun gejolak sosial di masyarakat, sehingga langkah yang dilakukan PT Timah dapat meredam suasana dan kejadian seperti tanggal tujuh Agustus tidak terulang,” katanya.

Ia berharap komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan langkah-langkah yang terukur.

Sementara itu, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dan pembahasan bersama lembaga teknis terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

“Kami berdiskusi dengan lembaga teknis terkait untuk menentukan langkah penanganan apa saja yang akan dilakukan,” ujar Ratih.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah bersama yang dapat menjadi pedoman dalam menghadapi situasi ke depan, termasuk memperkuat koordinasi antara PT Timah dengan pemerintah daerah serta Forkopimda.

“Kami berharap hasil diskusi kita akan menjadi semangat dan langkah bersama yang dapat kita lakukan ke depannya,” katanya.

Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menyambut baik inisiatif PT Timah untuk membuka ruang komunikasi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda. Menurutnya, kondisi yang kondusif perlu terus dijaga melalui komunikasi dan koordinasi seluruh pihak.

“Kondusivitas ini penting untuk kita jaga bersama. Pemerintah daerah tentu mengharapkan seluruh pihak dapat terus berkomunikasi sehingga persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan baik,” harap Khairil.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah.

“Intinya kami meminta kondusivitas masyarakat dalam menjual hasil perolehan timah mereka,” ujar Khairil.

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan Forkopimda yang hadir turut menyampaikan pandangan dan masukannya. Masukan tersebut menjadi bagian dari evaluasi bersama untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara PT Timah, Pemerintah Kabupaten Beltim, unsur TNI-Polri, dan DPRD. Seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan komunikasi serta penyelesaian persoalan secara bersama-sama.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Beltim bersama Forkopimda dan PT Timah berkomitmen untuk terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus membuka ruang komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh aktivitas masyarakat maupun perusahaan dapat berjalan dengan aman, tertib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Beltim.