Beranda / Berita / Detil Berita

Polres Beltim Temukan Puluhan Jeriken BBM di Sekitar SPBU Padang, Pemilik Masih Didalami

28 Sep 2026, 21:57 WIB • Fauzi
utama #Penimbunan BBM 62x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Puluhan driken yang diduga digunakan untuk menampung bahan bakar minyak (BBM) ditemukan di sejumlah titik di sekitar SPBU Desa Padang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur (Beltim), Senin (28/9/2026).

Temuan tersebut terungkap saat Tim Satgas BBM bersama jajaran Polres Beltim melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Desa Padang. Sebanyak sekitar 30 driken ditemukan dalam kondisi sebagian berisi BBM subsidi maupun nonsubsidi dan sebagian lainnya dalam keadaan kosong.

Sejumlah driken tersebut ditemukan dalam kondisi disembuntyikan di belakang rumah warga dan tidak terlihat dari jalan karena diletakkan di bawah terpal, di bawah pohon hingga di antara rerumputan di belakang rumah warga.

Kapolres Beltim AKBP Dr. Husni Tamrin mengatakan, temuan tersebut berawal dari kondisi antrean di SPBU yang justru relatif sepi saat tim melakukan pemantauan.

“Antrian itu enggak ada. Paling antrean itu normalnya sekitar 30 sampai 40 meter saja. Berarti kan ada sesuatu yang terjadi,” ungkap Husni kepada Diskominfo SP.

Kondisi tersebut kemudian mendorong tim untuk tidak hanya melakukan pengawasan di area SPBU, tetapi juga melihat kondisi di lingkungan sekitarnya. Dari penelusuran itu, petugas menemukan sejumlah driken yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengeritan BBM.

Dari puluhan driken yang ditemukan, Kapolres menyebut terdapat sedikitnya delapan driken yang terisi penuh Pertamax.

“Ini buktinya kita temukan ada beberapa, bahkan belasan driken. Ini pasti dilakukan oleh pengerit. Bahkan ini ada yang berisi sekitar delapan driken yang full berisi Pertamax,” kata Husni.

Selain driken berisi Pertalite, petugas juga menemukan wadah kosong yang diduga disiapkan untuk menampung BBM. Namun, Husni menegaskan pihaknya belum mengetahui siapa pemilik driken-driken tersebut. Karena itu, Polres Beltim akan melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul serta pihak yang berkaitan dengan temuan tersebut.

“Karena kita tidak menemukan siapa pemiliknya, dari pihak Polres akan melakukan pendalaman. Nanti hasilnya bagaimana ke depan akan kami sampaikan,” tegasnya.

Menurut Husni, pendalaman akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penyaluran hingga distribusi BBM di lapangan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kita agar BBM yang bersubsidi itu betul-betul dapat dipergunakan sesuai dengan aturan. Ini tetap akan kami lakukan pendalaman mulai dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

Husni juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam pengawasan, termasuk melalui RT, kepala dusun dan lingkungan sekitar. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat agar praktik yang berpotensi merugikan masyarakat luas dapat segera diketahui.

Penggunaan Kartu Kendali Harus Transparan

Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja yang turut mendampingi sidak mengatakan, temuan tersebut menjadi perhatian karena lokasi penyimpanan driken justru berada di belakang dan tidak terlihat secara terbuka. Ia mengatakan, apabila BBM yang ditampung tersebut memang diperoleh melalui mekanisme kartu kendali, maka prosesnya harus dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

“Kalaupun ini memang betul-betul mereka sudah punya kartu kendali, mengapa harus diletakkan di belakang? Silakan di depan saja, enggak usah sembunyi-sembunyi. Kita lebih baik transparan,” ujar Fezzi.

Namun, Fezzi menegaskan penggunaan kartu kendali bukan berarti BBM dapat diperjualbelikan dalam bentuk eceran per driken. BBM yang diperoleh melalui mekanisme tersebut harus tetap disalurkan sesuai peruntukannya.

“Dengan catatan mereka sudah punya kartu kendali dan ini pun harus digelar, tidak boleh dijual per driken,” tegasnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, pemerintah bersama aparat penegak hukum akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.