Beranda / Berita / Detil Berita

Pertamina Pastikan Pasokan Pertamax dan Pertalite di Beltim Aman

28 Sep 2026, 20:27 WIB • Feji
utama #Distribusi BBM Aman 78x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum SPBU di Belitung Timur (Beltim) membuat pengaturan pembelian BBM kembali menjadi perhatian. Kondisi itu terlihat saat Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar bersama Forkopimda meninjau SPBU Padang, Kecamatan Manggar, Senin (28/9/2026).

Di tengah antrean yang masih terjadi, penerapan kartu kendali menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan itu. Penerapan sejak pukul 06.00 WIB dinilai penting untuk membantu mengurai antrean sekaligus mengatur pembelian BBM bagi pengecer.

Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja mengatakan penerapan kartu kendali seharusnya sudah dimulai pukul 06.00 WIB. Namun, masih terjadi perbedaan informasi di lapangan mengenai waktu pemberlakuannya.

“Harusnya di seluruh Beltim, penerapan kartu kendali itu jam 6 sudah buka. Makanya kami datang ke sini untuk kontrol. Ternyata dari SPBU katanya jam 13.00. Hari ini kami tekankan kepada SPBU bahwa kartu kendali itu jam 6,” kata Fezzi.

Menurut Fezzi, penerapan sejak pagi diperlukan karena kartu kendali ditujukan untuk mengurai antrean masyarakat yang ingin membeli BBM. Mekanisme ini juga membantu mengatur pembelian untuk kebutuhan pengecer agar tidak bercampur dengan antrean masyarakat umum.

“Kenapa? Karena tujuan kita kan mengurai orang-orang yang ingin beli BBM. Kalau kartu kendali dikasih siang, itu tidak bisa mengurai,” ujarnya.

Selain memperkuat penerapan kartu kendali, Fezzi meminta ketersediaan BBM di Pertashop ikut diperkuat, termasuk Pertamax. Menurutnya, keberadaan Pertashop dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sehingga tidak seluruhnya bergantung pada SPBU.

“Kami tadi minta kepada SBM Pertamina agar Pertamax di Pertashop itu segera diaktifkan untuk mengurai. Karena jika kepepet orang beli eceran, sekarang harganya ada yang sudah sampai Rp15 ribu,” kata Fezzi.

Distribusi BBM Tetap Berjalan Normal

Di tengah antrean yang masih terjadi, kepastian mengenai ketersediaan BBM juga menjadi perhatian. Pengecekan bersama PT Pertamina Patra Niaga dilakukan di SPBU Padang untuk memastikan stok yang tersedia sekaligus melihat kelancaran distribusinya.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq mengatakan stok Pertamax di SPBU Padang masih tersedia. Saat dilakukan pengecekan, stok Pertamax sekitar 9 ton dan Pertamina sedang menyiapkan pengiriman tambahan sebanyak 16 ton.

“Untuk ketersediaan Pertamax, tadi kita sama-sama mengecek. Untuk distribusi normal dan hari ini pun di SPBU Padang Manggar ini ada stok sekitar 9 ton. Hari ini sedang dipersiapkan untuk pengiriman Pertamax sebesar 16 ton,” kata Rafli.

Untuk Pertalite, stok yang tersedia saat ini sekitar 6 ton. Pertamina juga menyiapkan pengiriman tambahan sebanyak 32 ton ke SPBU Padang.

“Untuk Pertalite juga tadi kita cek, stok aman saat ini pun masih ada 6 ton, dan akan dikirim 32 ton,” ujarnya.

Rafli memastikan distribusi BBM berjalan normal dan stok tetap tersedia. Ia meminta masyarakat menggunakan BBM sesuai ketentuan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Jadi untuk masyarakat kami beritahukan untuk distribusi berjalan normal dan stok aman. Namun kami imbau harap penggunaannya tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Rafli.

Selain pasokan ke SPBU, Pertamina juga menyebut distribusi BBM ke seluruh Pertashop di Beltim berjalan normal. Keberadaan Pertashop dapat membantu menyediakan BBM bagi masyarakat yang berada di wilayah yang tidak dekat dengan SPBU.

Rafli menjelaskan kapasitas Pertashop memang lebih kecil dibandingkan SPBU. Setiap modular memiliki kapasitas maksimal sekitar 2–3 kiloliter sehingga stok dapat habis dalam satu atau dua hari ketika permintaan meningkat dan perlu menunggu pengiriman berikutnya.

“Supply kita saat ini sudah normal. Namun memang secara kapasitas di Pertashop itu cenderung kecil, maksimal di 2–3 KL di satu modular. Jadi secara pembelian bisa sehari atau dua hari habis, namun perlu menunggu pengiriman di hari itu,” jelasnya.