Bupati memberikan cindera mata kepada Deputi Bidang Pencegahan BNN RI
Bupati saat berdiskusi degan Irjenpon M. Zainul Muttaqien
Irjen. Pol. M. Zainul Muttaqien saat memaparkan audiensi terkait program desa bersinar dan program ikan
Rombongan deputi pencegahan BNN RI saat mendengarkan pemaparan
Para asisten dan staf ahli saat mendampingi Bupati
Bupati Kamarudin Muten bersama Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Irjen. Pol. M. Zainul Muttaqien
Foto bersama Bupati dan Deputi Bidang Pencegahan usai audiensi
Bupati saat memperlihatkan miniatur SMA Unggul Garuda kepada romobongan BNN RI
Kabupaten Beltim Segera Bentuk BNN, Perkuat Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba
22/Jun/2026, 21:51 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berencana membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten sebagai upaya memperkuat Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di daerah.
Rencana tersebut terungkap saat kunjungan kerja Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. M. Zainul Muttaqien ke Kabupaten Beltim, Selasa (16/6/26) pagi. Kunjungan di ruang kerja Bupati Beltim, Kamarudin Muten yang berlangsung hampir dua jam itu diisi dengan audiensi bersama Bupati Beltim dan jajaran pemerintah daerah.
Kepada Diskominfo SP Beltim, M. Zainul Muttaqien mengatakan pembentukan BNN Kabupaten Beltim merupakan tindak lanjut implementasi Program Astacita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Menurutnya, pemerintah pusat telah menerbitkan sejumlah regulasi yang mendorong daerah memperkuat program pencegahan narkoba melalui Desa Bersinar dan Sekolah Bersinar.
"Alhamdulillah Pak Bupati merespons dengan sangat baik. Beliau akan menerbitkan peraturan bupati terkait program Desa Bersinar dan Sekolah Bersinar di Kabupaten Beltim,” ungkap Zainul.
Purnawirawan Polri bintang dua ini menjelaskan Pemkab Beltim sangat berkomitmen untuk menyiapkan pembentukan BNN Kabupaten Beltim melalui pola kolaborasi dengan memanfaatkan fasilitas dan sumber daya yang telah tersedia.
"Nanti akan ditunjuk perangkat daerah yang mengoordinasikan pembentukan BNN Kabupaten. Kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah sehingga tidak harus membangun kantor baru. Ini merupakan bentuk respons cepat dari Pak Bupati dalam mendukung upaya pencegahan narkoba," kata Zainul.
Peredaran Narkoba Masih Menjadi Ancaman
Lulusan Akademi Kepolisian 90 ini menegaskan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius. Berdasarkan data yang disampaikan BNN, sebanyak 294 juta jiwa di dunia menggunakan narkoba. Sementara di Indonesia sekitar 18 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyalahgunaan narkotika.
Mantan Karo SDM Polda Kepulauan Bangka Belitung ini mengatakan hasil penelitian nasional juga menunjukkan masih terdapat sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang masuk kategori rawan penyalahgunaan narkoba.
"Kami melihat upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Penegakan hukum penting, tetapi langkah yang paling utama adalah pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus sejak awal," jelas Zainul.
Menurutnya, keberadaan BNN Kabupaten nantinya akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Tidak hanya melibatkan kepolisian, tetapi juga unsur TNI, kejaksaan, bea cukai dan instansi terkait lainnya.
"BNN bukan hanya milik polisi. Di dalamnya ada banyak unsur yang bekerja bersama. Karena itu kami berharap dukungan semua pihak agar program pencegahan narkoba di Belitung Timur dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Siapkan Ruang Positif untuk Generasi Muda
Bupati Beltim, Kamarudin Muten menyambut baik rencana pembentukan BNN Kabupaten Beltim. Ia menegaskan Pemkab Beltim akan segera menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar pembentukan lembaga tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kita akan upayakan secepat mungkin. Tadi sudah saya sampaikan kepada asisten untuk melihat fasilitas yang bisa dimanfaatkan sehingga pembentukan BNN Kabupaten dapat segera berjalan," kata Kamarudin.
Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Kamarudin menilai generasi muda perlu mendapatkan ruang yang positif untuk menyalurkan minat dan bakat mereka agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.
"Salah satu yang sedang kita siapkan adalah kawasan Simpang Lima sebagai ruang aktivitas anak-anak muda. Mereka perlu tempat untuk menyalurkan hobi dan kreativitas secara positif. Kalau ruang itu tersedia, peluang mereka terpengaruh hal-hal negatif tentu bisa diminimalkan," ujar Kamarudin.
Kamarudin menambahkan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan masa depan generasi muda sebagai aset pembangunan Kabupaten Beltim.