Beranda / Berita / Detil Berita

Juni 2026, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau Jadi Penyumbang Inflasi

01 Jul 2026, 19:50 WIB • Aliyah
opd #Statistik #Inflasi 38x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat bahwa secara month to month (m-to-m) Juni 2026 Kabupaten Beltim mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen dan lebih rendah dibandingkan kondisi pada Juni 2025 sebesar 0,38 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Beltim, Fetia Nursih Widiastuti pada kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) Juni 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan BPS, Rabu (01/07/2026). Ia mengatakan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama pada inflasi m-to-m Juni 2026 dengan andil sebesar 0,09 persen.

"Adapun komoditas penyumbang utama andil inflasi diantaranya daging ayam ras sebesar 0,21 persen, ikan kembung sebesar 0,11 persen, dan ikan kerisi sebesar 0,09 persen," jelas Fetia pada 

Sedangkan, komoditas penyumbang utama andil deflasi secara m-to-m yaitu sawi hijau sebesar 0,19 persen, cabai rawit sebesar 0,10 persen, dan udang basah sebesar 0,10 persen.

"Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau juga menjadi kelompok pengeluaran penyumbang terbesar inflasi secara year on year (y-on-y) Juni 2025 dengan andil inflasi sebesar 1,75 persen. Adapun Komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y adalah cumi-cumi, emas perhiasan, dan beras," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Kabupaten Beltim, Bayu Priyambodo menegaskan komitmen sinergi antara Pemkab Beltim, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mengantisipasi terjadinya gejolak harga di Kabupaten Beltim.

"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder teknis terkait untuk terus mengantisipasi potensi gejolak harga, menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan ketersediaan komoditas kebutuhan masyarakat," ucap Bayu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Beltim atas komitmennya dalam menyediakan data statistik yang akurat, berkualitas, dan tepat waktu setiap bulannya.

"Data dari BPS ini menjadi referensi penting dalam memantau perkembangan ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran sehingga stabilitas ekonomi tetap terjaga dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan," tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plh. Kepala BPS Kabupaten Beltim, Syahroni, Satgas Pangan Polres Beltim dan para perwakilan perangkat daerah teknis terkait.