Manggar, Diskominfo SP Beltim โ Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadis (MTQH) Tingkat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan qari dan qariah sejak dini agar mampu bersaing lebih baik pada tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar saat membuka MTQH Tingkat Kabupaten Beltim Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Manggar, Rabu (1/7/2026). Sebelum membuka kegiatan, Khairil juga melantik Dewan Hakim sekaligus secara simbolis memasangkan toga kepada para dewan hakim yang akan bertugas selama pelaksanaan MTQH.
MTQH tingkat kabupaten tahun ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban." Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026, di Aula Kantor Camat Manggar, Teras Kantor Camat Manggar, dan Musala SMA Negeri 1 Manggar.
Sebanyak 163 peserta dari tujuh kecamatan mengikuti empat cabang perlombaan, yakni Tilawah Al-Qur'an, Qira'at Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, dan Syarhil Qur'an. Para peserta akan memperebutkan penghargaan sekaligus kesempatan mewakili Beltim pada MTQH Tingkat Provinsi Babel Tahun 2026.
Wakil Bupati, Khairil Anwar mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MTQH tidak cukup diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kualitas pembinaan yang mampu melahirkan generasi Qurani sekaligus meningkatkan prestasi daerah.
"Harapan kita bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi bagaimana hasil MTQH ini benar-benar melahirkan insan Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," kata Khairil.
Mantan Camat Dendang ini menilai peningkatan kualitas peserta harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pemerintah daerah bersama LPTQ, para pelatih, dan seluruh pihak terkait perlu terus mencari formula pembinaan yang lebih efektif agar kemampuan qari dan qariah Beltim semakin berkembang.
"Kita tentu ingin prestasi terus meningkat. Yang terpenting adalah kualitas peserta terus bertambah dari tahun ke tahun. Kalau nilai-nilai yang diperoleh semakin baik, itu berarti pembinaan kita berjalan ke arah yang positif. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, saya optimistis prestasi Beltim akan terus berkembang," ujar Khairil.
Anggaran Berkurang, Cabang Lomba Disesuaikan
Ketua Panitia MTQH Kabupaten Beltim, Sarjano menjelaskan tahun ini hanya empat cabang lomba yang dipertandingkan. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang biasanya mempertandingkan enam cabang utama.
Penyesuaian dilakukan karena hibah yang diterima Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Beltim mengalami penurunan dari sekitar Rp1,3 miliar menjadi Rp500 juta.
Meski demikian, Sarjano memastikan potensi peserta pada cabang yang belum diperlombakan tetap akan dibina melalui program pembinaan di masing-masing kecamatan.
"Cabang yang tidak diperlombakan tetap akan dilakukan pembinaan sesuai potensi di setiap kecamatan. Misalnya hafalan sepuluh juz, tiga puluh juz maupun kaligrafi akan dibina secara khusus oleh pelatih yang memiliki kompetensi. Dari hasil pembinaan itu nanti akan dipilih peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Beltim di tingkat provinsi," jelas Sarjano.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi agar proses pembinaan tetap berjalan meskipun jumlah cabang yang diperlombakan tahun ini lebih terbatas.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim menambahkan tujuan utama penyelenggaraan MTQH adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus mempelajari Al-Qur'an dan Hadis.
โSelain itu, MTQH juga menjadi ajang menjaring qari dan qariah terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Beltim pada MTQH tingkat Provinsi Babel,โ tambah Sarjano.