Beranda / Berita / Detil Berita

Buku "Inspiring Teacher" Diluncurkan, Warisan Keteladanan Ibu Muslimah Abadi untuk Dunia Pendidikan

30 Jun 2026, 08:13 WIB • Fauzi
utama #Ibu Muslimah #Launching Buku #Pendidikan 19x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Rencana awal ingin menjadi hadiah bagi Ibu Muslimah. Sosok guru yang menginspirasi jutaan pembaca melalui novel Laskar Pelangi itu sedianya akan menyaksikan sendiri peluncuran buku autobiografinya berjudul Inspiring Teacher. 

Namun takdir membuat Ibu Muslimah tak pernah sempat menggenggam buku yang berkisah tentang perjalanan hidupnya sendiri. Dua hari setelah sosok yang menginspirasi jutaan pembaca melalui novel Laskar Pelangi itu berpulang, autobiografi berjudul Inspiring Teacher justru resmi diluncurkan di Ruang Pertemuan "Ibu Muslimah" Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Senin (29/6/2026) sore.

Peluncuran buku berlangsung dalam suasana haru. Keluarga almarhumah, tim penulis, para guru, serta jajaran Pemkab Beltim hadir mengenang sosok pendidik sederhana yang ketulusannya telah membawa nama Beltim dikenal hingga mancanegara.

Gagasan penulisan buku ini berasal dari Bupati Beltim, Kamarudin Muten. Ia ingin mendokumentasikan perjalanan hidup Ibu Muslimah agar menjadi sumber inspirasi bagi guru, pelajar, dan masyarakat.

Kamarudin mengungkapkan gagasan penulisan buku itu untuk mengabadikan perjalanan hidup Ibu Muslimah. Menurutnya, ketulusan seorang guru layak menjadi inspirasi lintas generasi.

"Beliau sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saya berpikir, kenapa tidak kita buatkan buku supaya masyarakat, terutama para guru, bisa belajar dari keteladanan beliau," kata Kamarudin.

Kamarudin menyatakan peluncuran buku sempat beberapa kali tertunda. Awalnya karena dirinya sakit, kemudian kondisi kesehatan Ibu Muslimah terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia sebelum buku tersebut sempat diperkenalkan kepada masyarakat.

"Kami sebenarnya ingin beliau hadir saat buku ini diluncurkan. Tetapi rencana Tuhan berbeda dengan rencana kita. Karena itu hari ini keluarga kami libatkan agar mereka juga menjadi bagian dari momen ini," ungkapnya berkaca-kaca.

Kedekatan orang nomor 1 di Kabupaten Beltim dengan Ibu Muslimah juga terjalin sejak almarhumah menjalani perawatan di rumah sakit. Hampir setiap tiga hari sekali, ia menjenguk guru yang telah menjadi ikon pendidikan Beltim tersebut.

Bahkan, Kamarudin mengusulkan agar dibuat patung Ibu Muslimah di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya.

"Saya ingin ada patung beliau di sini. Di bawahnya ditulis kisah pengabdiannya. Supaya orang terus mengenang ketulusan beliau sebagai guru," tambahnya.

Ide Penulisan Buku, Berawal dari Sebuah Kunjungan

Keponakan Ibu Muslimah, Nudia Andrina mengatakan ide penulisan buku bermula saat Bupati Beltim berkunjung ke rumah almarhumah setelah pelantikan kepala sekolah beberapa waktu lalu. Saat itu Kamarudin melihat berbagai penghargaan yang memenuhi dinding rumah Ibu Muslimah.

Dari pertemuan itulah muncul gagasan menyusun biografi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Ibu Muslimah di dunia pendidikan.

"Awalnya kami tidak menyangka akan dibuatkan buku biografi. Saat penandatanganan naskah, kondisi beliau sudah terbaring di rumah sakit. Momen itu sangat mengharukan bagi kami," ungkap Nudia.

Guru SD Negeri 7 Gantung ini berharap buku tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh tim penulis sekaligus melahirkan lebih banyak guru yang memiliki ketulusan seperti Ibu Muslimah.

"Semoga buku ini benar-benar menginspirasi. Semoga akan lahir banyak Muslimah-Muslimah berikutnya di dunia pendidikan baik di Indonesia maupun di Kabupaten Beltim," harapnya.

Buku Ditulis Bersama Oleh Para Guru

Buku Inspiring Teacher ditulis secara kolaboratif oleh kelompok guru di Beltim. Tim penulis dipimpin Kepala SMP Negeri Satu Kelapa Kampit, Gustiyanti.

Menurut Gustiyanti, isi buku tidak hanya mengisahkan perjalanan hidup Ibu Muslimah sejak kecil. Buku juga memotret ketulusannya saat mengajar, kedekatannya dengan murid, hingga perjuangan hidup yang dijalani selama puluhan tahun menjadi guru.

"Kami menggali cerita dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenal beliau. Banyak kisah sederhana, tetapi penuh makna. Justru dari situlah terlihat ketulusan Ibu Muslimah sebagai seorang pendidik," kata Gustiyanti.

Gusti berharap buku tersebut menjadi sumber inspirasi, terutama bagi para guru muda, agar menjadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar pekerjaan.

“Buku ini sangat menginspirasi terutama untuk para guru dan orang tua, mendidik anak murid atau anak di rumah. Mengingat bagaimana beliau menceritakan langsung bagaimana cara mendidik anak. 

Buku Inspiring Teacher diterbitkan dalam jumlah terbatas. Di awal ini rencananya akan diterbitkan 2.000 eksemplar. Sebanyak 1.000 buku sudah dipesan oleh Bupati Beltim. 

Buku akan dipasarkan dengan harga Rp75 ribu. Seluruh hasil penjualan akan dikelola sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama keluarga dan tim penyusun.