Manggar, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) mendorong percepatan penanganan Tuberkulosis (TB) secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan penemuan kasus hingga optimalisasi kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani, usai kegiatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan TB di Ruang Pertemuan Gunung Lumut Bapperida, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, penemuan terduga kasus TB sampai dengan 26 Juni 2026 mencapai 35,45 persen dan kontak serumah yang menerima Terapi Pencegahan TB (TPT) baru mencapai 4,95 persen.
“Kita harus mengejar penemuan sukses pengobatannya yang ditargetkan 100 persen. Untuk penemuan kasus itu memang di RPJMD lebih rendah, artinya kita sudah melampaui target, dibandingkan dengan tahun lalu, kita justru ada peningkatan,” ujar Dian.
Dikatakan Dian, butuh sinergitas program dan kolaborasi antara beberapa stakeholders yang terkait untuk menyukseskan eliminasi TB. Hal ini sesuai dengan arahan Bupati Beltim pada kebijakan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025–2029 sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TB.
“Kesehatan tidak bisa berdiri sendiri, tanpa kolaborasi dari unsur pemerintahan maupun non pemerintahan, bahkan dari partisipasi masyarakat itu sendiri. Penanganan TB termasuk kedalam salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden yang dituangkan pada RPJMN, dan secara indikator kinerjanya diperhatikan di tingkat pusat. Oleh karena itu, kita harus bergegas sehingga target eliminasi TB pada 2030 dapat kita capai,” pungkas Dian.
Sementara itu, Bupati Beltim, Kamarudin Muten melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fahrozi menegaskan komitmen Pemkab Beltim dalam upaya percepatan penanggulangan TB melalui berbagai kebijakan dan langkah strategis.
“Pemkab Beltim telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TB Kabupaten Beltim serta menyusun Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis. Mari kita bangun komitmen bersama bahwa penanggulangan Tuberkulosis bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang menyelamatkan masa depan masyarakat Beltim,” tegas Ikhwan.
Menurutnya, meskipun masih terdapat beberapa tantangan pada pelaksanaan penanggulangan TB di Kabupaten Beltim, namun Ia sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan upaya penanggulangan TB yang terus menunjukkan kemajuan.
“Saya harap seluruh unsur yang tergabung dalam tim dapat memperkuat sinergi dan mengambil peran masing-masing dan bergerak bersama agar target eliminasi TB tahun 2030 dapat kita capai,” harapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Beltim, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Bayu Priyambodo, Kepala Bapperida, Ilfan Suryawan, Kepala Disdukcapil, Ida Lismawati, perwakilan Perangkat Daerah teknis terkait, perwakilan Kantor Kementerian Agama, perwakilan orgasisasi profesi, dan Forum Kabupaten Sehat.