Beranda / Berita / Detil Berita

Tahap Awal Tebar 1,2 juta Ekor Benur, Tambak Udang PT. VIP Ditargetkan Menjadi Percontohan Budidaya Udang Modern di Beltim

01 Nov 2026, 22:46 WIB • Lulya
utama #Investasi 119x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten bersama Direktur Utama PT. Vaname Inti Perkasa (VIP) Heryanto Ardiya menabur benih udang (benur) tahap awal di Tambak Udang PT. VIP yang berlokasi di Tanjung Batu Buruk, Desa Mengkubang, Kecamatan Damar. Minggu (1/11/2026) 

Kamarudin Muten sangat mendukung penuh terhadap investasi tambak udang vaname yang ramah lingkungan dan menegaskan untuk mempercepat masuknya investasi yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan perekonomian daerah.

“Pemkab Beltim sangat mensupport investasi ini, jangan sampai cuma mau bikin satu izin saja jadi susah, apalagi ini untuk kepentingan daerah dan daerah kita harus maju,” ujar Kamarudin.

Kamarudin mengatakan ketertarikan dengan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan oleh PT. VIP karena teknologi ini dirancang khusus untuk menyaring, membersihkan, dan mengolah air limbah udang vaname ini menjadi air yang aman.

“Saya lihat IPALnya sudah sangat baik, airnya disirkulasi, terus kotoran-kotoran udangnya dari sisa pakan itu semua difilter,” sebut Kamarudin.

Kamarudin berharap PT. VIP ini bisa berhasil panen udang vaname dengan teknologi tambak yang ramah lingkungan. Dengan demikian, bisa menjadi percontohan di kabuoaten Beltim.

“Karena tadi Saya sudah melihat prosesnya, semuanya bagus, Saya harap ini bisa menjadi contoh bagi orang yang ingin berinves dan membuka peluang ke depannya,” harap Kamarudin

Di samping itu, Heryanto yang juga berada di sebelah Kamarudin menambahkan dari teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) air tambak terus disirkulasikan dan difilter tanpa perlu dibuang langsung ke laut, kotoran udang dan sisa pakan difilter lalu diproses menjadi pupuk organik yang nantinya bernilai ekonomis.

“Dari kotoran-kotoran udang itu akan kita proses jadi pupuk, yang nanti bisa dijual lagi, yang intinya konsep ramah lingkungan,” jelas Heryanto.

Heryanto mengatakan penebaran benur ini adalah tahap awal, sebanyak 1,2 juta ekor Dalam waktu tiga bulan ke depan, satu modul ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 50 ton udang vaname.

“Ini kan baru mulai tahap awal tebar benurnya, jadi belum tahu berapa banyak yang berhasil. Namun, kita memperkirakan untuk target awal sebanyak 50 ton, karena namanya budidaya memang butuh perjuangan agar bisa berhasil,” ujar Heryanto.