Beranda / Berita / Detil Berita

Usia Enam Tahun, Delapan Medali: Cerita Inspiratif Perenang Cilik di Jusav SC Swimming Competition 2026

31 Okt 2026, 21:58 WIB • Fauzi
berita #Prestasi olahraga 126x dibaca

Bagikan

Gantung, Diskominfo SP Beltim - Usia dini bukan alasan untuk membatasi mimpi dan prestasi. Di balik tubuh mungil dan langkah yang masih penuh keceriaan, dua perenang cilik berhasil membuktikan bahwa dengan semangat berlatih dan keberanian untuk berkompetisi, dapat membawa hasil membanggakan.

Di tengah persaingan hari kedua, Sabtu (31/10/26), Jusav SC Swimming Competition Tahun 2026 Se-Pulau Belitung, Khalisa Agnia Bahira dan Muhammad Atta Rakilah Arya Putra menjadi dua atlet muda yang mencuri perhatian. Keduanya sama-sama berusia enam tahun dan berhasil membawa pulang delapan medali dari kejuaraan yang berlangsung di Kolam Renang Salembat, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kejuaraan renang tersebut digelar selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026. Ajang ini mempertemukan para atlet renang dari berbagai kelompok umur di Pulau Belitung untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lintasan air.

Di antara para peserta, Khalisa tampil luar biasa. Atlet cilik kelahiran tahun 2020 dari Jusav Swimming Club Gantung itu berhasil menyabet delapan medali emas. Hasil ini sekaligus menobatkannya sebagai Perenang Putri Terbaik Kelompok Umur (KU) 2020.

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Khalisa sebelumnya telah mengukuhkan status sebagai Perenang Termuda Jusav SC pada 2025. Kini, di usianya yang baru enam tahun, ia kembali menunjukkan perkembangan kemampuan melalui sederet kemenangan di kompetisi tingkat Pulau Belitung.

Siswi Kelas 1 SD Negeri 10 Gantung itu berhasil menjuarai sejumlah nomor perlombaan, mulai dari 25 meter gaya bebas, 25 meter papan kaki bebas, 25 meter gaya dada, hingga 25 meter papan kaki dada. Ia juga menjadi bagian dari tim yang meraih kemenangan pada nomor estafet.

“Turun delapan gaya, semuanya dapat medali. Rajin-rajin berlatih menjadi salah satu kunci untuk meraih prestasi,” ungkapnya kepada Diskominfo SP

Bagi Khalisa, renang bukan sekadar olahraga. Ia bahkan sudah memiliki cita-cita besar ketika dewasa nanti.

“Dokter,” jawabnya polos saat ditanya ingin menjadi apa kelak.

Di balik prestasinya, dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Khalisa. Putri ketiga pasangan Saka Bathara Yuda dengan Lheny ini menyebut sang ayah sebagai sosok yang mengajarinya berenang. Meski masih kecil, Khalisa juga memiliki harapan untuk terus berkembang dan menjadi aset bagi dunia olahraga renang.

Baru 10 Bulan Berlatih, Atha Juga Bawa Pulang Delapan Medali

Cerita menarik lainnya datang dari Muhammad Atha Rakilah Arya Putra (6). Perenang berusia enam tahun yang akrab disapa Atha ini juga berhasil membawa pulang delapan medali dalam kompetisi tersebut. 

Berbeda dengan Khalisa yang meraih delapan emas, Atha mengumpulkan enam medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Hasil tersebut cukup membanggakan, ia baru sekitar 10 bulan mengikuti latihan renang. 

Atha yang duduk di bangku kelas 1 SD Negeri 14 Gantung ini juga menjadi Perenang Terbaik Putra Kelompok Umur (KU) 2020. Dalam perlombaan, ia mengikuti sejumlah nomor gaya renang, termasuk gaya bebas, gaya dada, serta nomor menggunakan papan.

“Saya suka renang karena menyenangkan dan membuat tubuh sehat,” bebernya.

Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Atha dengan mantap menjawab ingin menjadi guru.

“Biar anak-anaknya pintar,” ucapnya polos.

Jawaban sederhana itu menambah warna tersendiri dalam cerita perenang cilik tersebut. Di usia yang masih sangat muda, Atha tidak hanya menikmati pengalaman berkompetisi, tetapi juga mulai memiliki gambaran tentang cita-cita yang ingin diraihnya.

Putra kedua dari pasangan Iwan Saputra dan Hanna Aryani ini pun mengaku ingin menjadi perenang profesional. Selain renang, Atha juga menyukai olahraga sepak bola dan mulai belajar menekuninya.

Kisah Khalisa dan Atha menjadi salah satu cerita menarik dari penyelenggaraan Jusav SC Swimming Competition 2026. Keduanya menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu harus dimulai dari usia yang besar atau pengalaman latihan bertahun-tahun.

Di Kolam Renang Salembat Gantung, kisah Khalisa dan Atha menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang melalui minat dan bakatnya masing-masing. Dengan dukungan orang tua, pelatih, serta lingkungan yang positif, mimpi anak-anak untuk berprestasi dapat mulai dibangun sejak dini.