Beranda / Berita / Detil Berita

Seleksi JPTP Beltim Masuk Tahap Uji Kompetensi, 28 Peserta Berebut 7 Kursi Kepala OPD

07/Apr/2026, 20:39 WIB • Fauzi

opd #Seleksi JPTP Beltim 👁️ 42x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus bergulir. Sebanyak 28 pejabat yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan rekam jejak kini memasuki tahap uji kompetensi untuk memperebutkan 7 posisi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong.

Tahapan uji kompetensi tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin (6/4/26) hingga Selasa (7/4/26), sebagai bagian dari proses penilaian menyeluruh terhadap kapasitas dan integritas peserta.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Beltim, Hendri Yani mengungkapkan bahwa proses seleksi sebelumnya telah melalui tahapan administrasi yang diumumkan secara terbuka melalui media dan kanal resmi pemerintah daerah.

“Seleksi administrasi sudah selesai dan telah diumumkan melalui media lokal, website, serta media sosial. Saat ini peserta sedang mengikuti uji kompetensi,” ungkap Hendri.

Menurut Hendri, sekaligus Sekretariat Panitia Seleksi JPTP ini, uji kompetensi bertujuan menggali berbagai aspek kemampuan peserta. Uji kompetensi mulai dari manajerial, sosial kultural, hingga kapasitas intelektual.

“Melalui uji kompetensi ini kita ingin mengidentifikasi kemampuan manajerial, sosial kultural, hingga akademik dan intelektual peserta. Semua ini menjadi dasar dalam penilaian,” jelas Kulok sapaan Hendri.

Dalam pelaksanaannya, uji kompetensi dilakukan bekerja sama dengan lembaga asesor dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Pelaksanaan melalui pusat pengujian kompetensi, dengan metode kombinasi daring dan terpusat.

Peserta mengikuti berbagai tahapan, mulai dari tes psikologis, kemampuan dasar, hingga wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) yang menguji cara berpikir, analisis masalah, serta kemampuan merumuskan solusi.

“Hari pertama peserta mengikuti tes psikologi dan kemampuan dasar. Hari kedua dilanjutkan dengan wawancara, FGD, serta penilaian oleh asesor untuk melihat pemahaman terhadap tugas dan fungsi jabatan,” beber Kulok.

Seluruh proses dilaksanakan secara terintegrasi dengan dukungan berbagai pihak, termasuk OPD teknis seperti Dinas KominfoSP, Dinas PUPRP2RKP, serta dukungan infrastruktur dari PLN guna memastikan kelancaran pelaksanaan berbasis digital.

Setelah tahapan uji kompetensi, peserta akan melanjutkan ke tahap penulisan makalah, presentasi, dan wawancara akhir oleh panitia seleksi yang dijadwalkan pada 16–17 April 2026.

“Hasil akhir direncanakan diumumkan pada 20 April, sebelum disampaikan kepada Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian untuk selanjutnya dimintakan rekomendasi ke BKN,” kata Kulok.

Lebih dari Sekadar Seleksi, Ini Soal Pengalaman dan Pembelajaran

Dengan tahapan seleksi yang semakin ketat dan komprehensif, Pemkab Beltim berharap dapat menghasilkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan dalam mendorong kinerja perangkat daerah.

Sementara itu salah satu peserta seleksi terbuka (selter) JPTP, Andi Irawan mengaku mengikuti seluruh tahapan tanpa persiapan khusus. Mengingat, materi yang diujikan merupakan bagian dari pengalaman kerja sehari-hari. 

Andi ikut selter untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim. Ini adalah pengalaman pertama baginya mengikuti selter.

“Tidak ada persiapan khusus, karena yang diukur adalah apa yang kita kerjakan selama ini. Yang penting justru menjaga stamina karena kegiatan cukup padat,” ungkap Andi.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim ini mengungkapkan peserta menjalani rangkaian tes sejak pagi hingga sore hari. Selama dua hari pelaksanaan, proses ini menurutnya cukup menguras energi dan konsentrasi.

“Dari pagi sampai sore, cukup menguras tenaga dan pikiran. Apalagi saat uji kompetensi awal seperti psikotes dan simulasi, kita dituntut berpikir sebagai seorang pemimpin,” kata Andi.

Meski demikian, Andi menilai proses seleksi ini bukan semata tentang hasil akhir, melainkan juga kesempatan untuk belajar dan menambah pengalaman. 

“Bagi saya ini bukan soal terpilih atau tidak, tapi pengalaman dan ilmu yang didapat. Kalau bisa masuk tiga besar dan terpilih itu bonus,” ujarnya.