Suasana RDP
Para pimpinan rapat
Dari perwakilan cabor beregu, pengurus KONI dan Pemkab Beltim
Anggota DPRD yang hadir
Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja
Kepala Dispora Amrizal 1
Ketua Umum KONI Beltim Hendro
Ketua PSSI Beltim Endriansyah
RDP Porprov VII Berlangsung Alot, Skema ABT dan CSR Bisa Jadi Solusi
19/Mei/2026, 08:15 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terkait rencana keberangkatan kontingen Beltim pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII berlangsung alot.
Rapat ke-empat kalinya ini bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), KONI Beltim serta sejumlah cabang olahraga beregu berlangsung di ruang rapat DPRD Beltim, Senin (19/5/26).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Beltim berlangsung hampir tiga jam, mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. RDP membahas kesiapan Kabupaten Beltim menghadapi Porprov VII Kepualauan Bangka-Belitung di Pulau Bangka pada November 2026 mendatang.
Meski sudah memasuki pembahasan keempat, rapat masih berkutat pada persoalan keterbatasan anggaran. Sejumlah opsi seperti tambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) maupun dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) mulai dibahas, namun belum sepenuhnya menjawab harapan seluruh pihak.
Rapat digelar lantaran adanya wacana cabang olahraga (cabor) beregu yang tidak bisa diberangkatkan lantaran keterbatasan anggaran. Hal ini menjadi polemik, mengingat cabor sepak bola dan bola voli merupakan olahraga rakyat yang syarat prestise.
Para pimpinan hingga anggota DPRD masing-masing mengutarakan pendapatnya. Apalagi tidak sedikit anggota DPRD yang merupakan ketua cabang olahraga hingga jadi pengurus inti.
Para pengurus cabor beregu, mulai dari sepak bola, drum band, basket juga diberikan kesempatan untuk berbicara. Semuanya menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dan memberikan prestasi terbaik.
Bahkan ada opsi mending jangan kontingen Kabupaten Beltim jangan berangkat sama sekali jika cabor beregu tidak bisa diberangkatkan. Namun tentu saja akan berimbas pada nama baik daerah.
Ketua KONI Beltim: Masih Mengacu pada Anggaran Rp1,5 Miliar
Ketua Umum KONI Beltim, Hendro mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengacu pada anggaran awal sebesar Rp1,5 miliar untuk pelaksanaan Porprov. KONI pun menjabarkan rincian anggaran yang akan dipergunakan.
“Kalau kami dari KONI memang masih mengacu pada anggaran Rp1,5 miliar itu. Kalau memang nanti ada tambahan anggaran, kami juga belum tahu pasti sumber dan mekanismenya seperti apa,” kata Hendro.
Menurutnya, kebutuhan anggaran secara keseluruhan masih jauh dari cukup, terlebih untuk cabang olahraga beregu yang membutuhkan biaya lebih besar dibanding cabor perorangan.
“Kalau dihitung total, masih kurang lebih dari Rp1 miliar lagi. Namun KONI tetap berupaya semaksimal mungkin agar persiapan Porprov tetap berjalan,” ujar Hendro.
Hendro juga menegaskan pihaknya sudah berusaha melakukan efisiensi dalam penyusunan anggaran, termasuk memangkas sejumlah kebutuhan yang dianggap masih dapat disesuaikan.
“Harapan kami segera ada titik temu, supaya persiapan atlet tidak berlarut-larut karena masih banyak tahapan yang harus dikerjakan,” tambahnya.
Dispora Beltim: Ada Harapan Tambahan Anggaran dan CSR
Sementara itu, Kepala Dispora Beltim, Amrizal menjelaskan pemerintah daerah saat ini masih berupaya mencari solusi terbaik agar cabang olahraga yang dipersiapkan dapat tetap mengikuti Porprov.
“Yang jelas saat ini ada anggaran Rp1,5 miliar terlebih dahulu. Namun kita berharap nanti ada regulasi yang memungkinkan penambahan anggaran melalui ABT,” jelas Amrizal.
Amrizal menyebut kemungkinan tambahan anggaran berkisar Rp1,2 miliar, meski masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, Amrizal juga mendorong seluruh pihak untuk melakukan efisiensi pengeluaran selama persiapan Porprov.
“Misalnya pelatihan ke luar daerah dikurangi dulu, rapat-rapat luar daerah ditekan, termasuk perlengkapan atlet menggunakan yang standar tapi tetap layak. Yang penting semangat atlet tetap terjaga,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh mematahkan motivasi atlet Beltim untuk berprestasi.
“Prestasi itu akan mengikuti kalau pembinaan dan semangatnya terus dijaga,” ujarnya.
PSSI Beltim Berharap Kepastian Keberangkatan
Perwakilan cabang olahraga beregu dari PSSI Beltim, Endriansyah mengaku berharap RDP kali ini dapat menghasilkan keputusan final terkait cabang olahraga yang akan diberangkatkan.
“Kami berharap sebenarnya hari ini sudah ada keputusan final. Namun tadi masih dibahas beberapa solusi, termasuk kemungkinan tambahan anggaran pada perubahan APBD nanti,” ujar Endriansyah.
Anggota DPRD Beltim ini mengatakan PSSI Beltim sendiri telah melakukan persiapan sejak lima bulan terakhir dan tetap berkomitmen mengikuti Porprov meskipun dengan keterbatasan anggaran.
“Kalau sepak bola sendiri kebutuhan maksimal sekitar Rp500 juta untuk pemain dan official. Tapi kalau memang anggaran minim, kami tetap siap berangkat. Yang penting ada kepastian dan rekomendasi,” katanya.
Menurut Endriansyah, semangat cabang olahraga beregu saat ini tetap tinggi demi membawa nama baik Beltim di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami tetap optimis. Berapapun anggaran yang tersedia nanti, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar cabang olahraga bisa tetap berangkat dan bertanding,” pungkasnya.