Beranda / Berita / Detil Berita

Hujan Tak Padamkan Semangat, Pinang Gading Begawai Kembali Hidupkan Seni Tradisi di Pantai Lalang

16/Mei/2026, 07:53 WIB • Fauzi

utama #Pinang Gading Begawai #Seni Budaya 👁️ 7x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Rintik hujan yang mengguyur kawasan Pantai Nyiur Melambai Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Jumat (16/5/26) malam, tak mampu memadamkan semangat para penari, pelaku seni, hingga masyarakat yang memadati arena Opening Ceremony Pementasan Karya Seni Pertunjukan Pinang Gading Begawai Tahun 2026.

Di tengah langit malam yang sesekali masih menurunkan gerimis, irama musik tradisional tetap bergema. Satu per satu penari dengan balutan busana khas Belitong terus tampil penuh percaya diri di atas panggung terbuka. Sorak tepuk tangan penonton pun terus mengalir, menghangatkan suasana Pantai Lalang.

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Asa dalam Seni Tradisi Nusantara” ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar. Hadir pula Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ni K. Wardani Pradnya Dewi, Forkopimda, Anggota DPRD Beltim Kamri, pimpinan OPD di Pemkab Beltim serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Pinang Gading Manggar, Akhiruddin mengatakan kegiatan ini menjadi bukti konsistensi Sanggar Pinang Gading dalam menjaga denyut seni budaya di Kabupaten Beltim.

“Sejak berdiri tahun 2015 hingga sekarang 2026, kami bersyukur Sanggar Pinang Gading masih bisa melaksanakan pekan karya untuk melestarikan kebudayaan kita tercinta. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berkarya,” ungkap Akhiruddin.

Ketua Komisi III DPRD Beltim ini menyampaikan, kegiatan Pinang Gading Begawai tahun ini menjadi wadah bagi anak-anak sanggar untuk menampilkan hasil latihan dan kreativitas mereka dalam seni pertunjukan tradisional.

Saat ini, anggota Sanggar Pinang Gading berjumlah sekitar 130 orang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama sanggar untuk terus bertahan dan berkembang.

“Semangat melestarikan budaya inilah yang membuat anggota sanggar tetap kompak setiap tahunnya,” kata pria yang akrab dipanggil Didin ini.

Tak hanya menjadi ruang berkesenian, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 15 hingga 17 Mei 2026 ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sebanyak 37 pelaku UMKM turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Berbagai penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari 16 grup tari nusantara, orkestra Pinang Gading, Tari Campak kolosal hingga penampilan hadrah Desa Lalang.

Wabup Apresiasi Sanggar Pinang Gading Hidupkan Pantai Lalang

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar mengapresiasi konsistensi Sanggar Pinang Gading yang dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan Pantai Lalang melalui kegiatan seni budaya.

“Kita apresiasi Sanggar Pinang Gading yang sudah menginisiasi kegiatan ini sehingga Pantai Lalang mulai hidup kembali. Hal seperti ini memang perlu terus dilakukan bersama-sama,” kata Khairil.

Menurutnya, pelestarian budaya daerah tidak cukup hanya sekadar dikenang, namun harus terus ditampilkan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Budaya-budaya lokal seperti berpantun, lomba ngelasa dan tradisi lainnya perlu terus kita lestarikan. Jangan sampai hilang begitu saja,” ujarnya.

Mantan Camat Simpang Pesak ini juga menilai keberadaan kegiatan seni budaya mampu memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap destinasi wisata daerahnya sendiri.

“Kita ingin masyarakat dulu yang cinta dengan Pantai Lalang. Kalau masyarakatnya sudah cinta, nanti wisatawan lokal maupun luar daerah juga akan datang,” tambah Khairil.

Pria kelahiran Lalang ini berharap seluruh pelaku seni dan budaya di Beltim tetap menjaga kekompakan serta menghindari persaingan yang tidak sehat.

“Pelaku seni budaya harus tetap bersatu. Jangan ada persaingan yang kurang sehat, justru harus saling merangkul untuk bersama-sama menjaga budaya yang sudah ada,” harapnya.