Beranda / Berita / Detil Berita

Peringati HLH Sedunia 2026, DLH Dorong Kesadaran Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah

25 Jun 2026, 22:02 WIB Aliyah
utama #Hari Lingkungan Hidup #Lingkungan hidup 15x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong kesadaran masyarakat dalam upaya pemilahan sampah dari rumah tangga. Kali ini, peringatan HLH di Kabupaten Beltim dilaksanakan di Pantai Nyiur Melambai, Kamis (25/6/2026).

Pada tahun ini, tema HLH Sedunia tahun 2026 yaitu Saatnya Bekerja untuk Iklim. Kepala DLH Kabupaten Beltim, Adlan Taufik mengungkapkan bahwa kegiatan HLH sedunia tahun 2026 merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan global maupun lokal dalam perlindungan lingkungan. 

"Peringatan ini mengingatkan kita kembali bahwa kita masih banyak PR, masih banyak hutang terkait kontribusi manusia, kontribusi masyarakat untuk pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita menghargai lingkungan, bagaimana kita menghargai sampah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia,” ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa khususnya bagi masyarakat Kabupaten Beltim wajib mengendalikan jumlah sampah dan memilah sampah menjadi organik dan anorganik dari rumah tangga. Hal ini mengingat volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) saat ini telah mencapai 35 ton per hari. Apabila pemilahan sampah tidak dilakukan, maka akan berdampak pada memperpendek usia pakai TPA.

“Oleh karena itu, kami berharap sebelum sampah dibuang, kami minta agar kita semua bisa menyadarkan diri dan mempunyai empati untuk bisa memilah sampah tersebut. Karena selama hidup kita telah dititipi lingkungan hidup dimana kita hanya menumpang sementara dan pada saatnya kita diminta pertanggung jawaban untuk mengelola, menjaga, dan untuk memberlangsungkan itu untuk anak cucu kita kedepan,” ujar Adlan.

Terakhir, Ia mengajak masyarakat, para guru, kepala sekolah hingga pelajar sekolah untuk mulai melakukan kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke TPA. 

“Mudah-mudahan dengan edukasi dan sosialisasi yang telah kami lakukan ke sekolah-sekolah, desa-desa, kelompok-kelompok pemerhati lingkungan hingga masyarakat bisa mengubah paradigma bahwa membuang sampah itu harus sudah terpilah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Kharil Anwar mengajak masyarakat melakukan beberapa aktivitas sederhana dalam rangka memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup Kabupaten Beltim kedepan.

“Mari kita kurangi penggunaan plastik sekali pakai serta biasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, baik di lingkungan rumah tangga maupun di ruang publik. Kemudian, meningkatkan kesadaran serta membudayakan pola hidup bersih dan lestari melalui gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, serta peduli terhadap dampak perubahan iklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia mendorong pemanfaatan sampah secara produktif melalui penerapan ekonomi sirkular dengan memperkuat bank sampah serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan melakukan penanaman pohon secara masif untuk meningkatkan ketahanan iklim, mengurangi risiko banjir, memulihkan ekosistem, menjaga ketersediaan air, serta menyerap emisi karbon.

“Kita perlu memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dengan memastikan sampah dan limbah dikelola secara aman, pencemaran dapat di minimalisir serta kawasan hijau dan ekosistem terus dilindungi.” Tambahnya.

Terakhir, Ia berharap peringatan HLH sedunia menjadi penguat komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Beltim yang bersih, hijau, dan berkelanjutan demi generasi yang akan datang. 

Rangkaian peringatan HLH sedunia di Kabupaten Beltim ditutup dengan penanaman pohon cemara laut di tepi Pantai Nyiur Melambai dan pembersihan pantai dari sampah plastik.