Beranda / Berita / Detil Berita

Pemkab Beltim Perpanjang Kerja Sama dengan UNPAD Guna Mendukung Kajian Terkait Penetapan Beltim sebagai KPPN

21 Jul 2026, 21:49 WIB Aliyah
utama #Inovasi Daerah 10x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim - Dalam rangka mendukung kajian terkait penetapan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim kembali memperpanjang kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten didampingi oleh Kepala Bapperida Beltim, Ilfan Suryawan, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Beltim, Bambang Trikapdi Ramajaya dan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, Irsyaddinas di Ruang Kerja Bupati, Selasa (21/07/2026).

Kepala Bapperida Beltim, Ilfan Suryawan mengungkapkan Pemkab Beltim melalui Bapperida memerlukan dukungan UNPAD sebagai tim peneliti dan pembuat kajian untuk mengerjakan terkait KPPN di Kabupaten Beltim yang bernama Kampung Andalan Mandiri Pusat Inovasi Terpadu (KAMPIT).

"Untuk memastikan kajian berjalan dengan tepat, Pemkab Beltim akan menggandeng tim ahli dari UNPAD. Salah satu nama yang diusulkan adalah Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., Ph.D. Beliau merupakan pakar geopark Indonesia dan juga merupakan salah satu asesor UNESCO Global Geopark yang berpengalaman melakukan asesmen di luar negeri," ungkap Ilfan yang ditemui Tim Diskominfo SP Beltim seusai acara.

Dalam kerja sama ini, tim ahli UNPAD akan membantu Pemkab Beltim membuat master plan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) enam desa di Kecamatan Kelapa Kampit menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma), dimana produk unggulan enam desa itu akan menjadi produk unggulan KAMPIT.

Selain KAMPIT BUMDesma, Pemkab Beltim juga akan mengembangkan kawasan baru bernama Savana Jerumbang. Kawasan ini akan dikaji bersama BRIN karena memiliki keunikan terkait geologi dan peradaban masa lalu Pulau Belitung.

“Jadi ada dua yang akan kita padukan dan buatkan master plannya. Ada KAMPIT BUMDesma dan Savana Jerumbang. Tujuannya agar wisatawan yang dari Tanjung tidak hanya lewat jalan tengah ke Gantung atau Manggar, tapi bisa berhenti dan menginap di kawasan KAMPIT,” pungkasnya.

Pemkab Beltim berharap, dengan adanya Geopark dan dukungan KPPN dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), kawasan KAMPIT dan Savana Jerumbang dapat menjadi potensi baru dan kebanggaan daerah di sektor pariwisata di Kabupaten Beltim.