Peluncuran layanan kesehatan berbasis digital “BERDETAK”
Bupati Beltim Kamarudin Muten memberikan sambutan
Sambutan oleh Kadinkes Beltim, Dianita Fitriani
Para tamu undangan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya
Pemberian penghargaan kepada Puskesmas dengan presentase pelaksanaan POPM Filariasis terbanyak
Pemberian penghargaan kepada unit kesehatan swasta dengan presentase pelaksanaan POPM Filariasis terbanyak
Pemberian penghargaan kepada Diskominfo SP Beltim
Foto bersama dengan perwakilan peraih penghargaan oleh Dinkes Beltim
Foto bersama
Pemkab Beltim Luncurkan “BERDETAK”, Perkuat Pengendalian Hipertensi hingga Tingkat Desa
19/Feb/2026, 17:33 WIB • Atha
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi meluncurkan inovasi layanan kesehatan berbasis digital “BERDETAK” (Berbasis Digitalisasi Pemantauan Tekanan Darah Tinggi Masyarakat di Desa) di Auditorium Zahari MZ, Kamis (19/2/2026).
Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten, didampingi Wakil Bupati Khairil Anwar, jajaran OPD terkait, serta Forkopimda. Program ini menjadi langkah konkret Pemkab Beltim dalam memperkuat pengendalian hipertensi hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Kamarudin Muten menegaskan bahwa inovasi BERDETAK menunjukkan komitmen daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan digitalisasi.
“Saya berharap BERDETAK segera diterapkan secara konsisten hingga ke seluruh Pustu yang ada di desa, sehingga petugas kesehatan dapat memantau kondisi pasien hipertensi secara rutin, memastikan pasien meminum obat, dan mencatat semua data dengan baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang telah disediakan.
“Kalau dari Dinas Kesehatan sudah membuat BERDETAK itu untuk kebaikan masyarakat kita. Sekarang kembali ke masyarakat, harus sadar bahwa ini untuk kebaikan mereka sendiri. Kalau semua sadar, ini akan berjalan dengan baik,” kata Kamarudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani menjelaskan bahwa karakteristik wilayah kepulauan dengan penyebaran penduduk yang tidak merata menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian hipertensi di Beltim.
“Rendahnya kepatuhan pasien sering kali dipicu keterbatasan akses informasi dan monitoring yang terpersonalisasi. Karena itu dibutuhkan solusi berbasis digital yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut,” ungkapnya.
Aplikasi BERDETAK dirancang sebagai platform terintegrasi bagi petugas kesehatan untuk mentransformasi pelayanan hipertensi dari reaktif menjadi proaktif. Melalui sistem ini, pemantauan, pencatatan, dan pelaporan dilakukan secara digital sehingga memudahkan pengukuran keberhasilan pengobatan.
“Dengan BERDETAK ada dua hal penting. Pertama, mendekatkan akses pelayanan, pemantauan, dan pengobatan hipertensi sampai tingkat desa, termasuk distribusi obat dari puskesmas dan apotek mitra BPJS langsung ke Pustu. Kedua, berbasis digitalisasi sehingga data penderita jelas dan keberhasilan pengobatan bisa diukur dengan baik,” jelasnya.
Selain peluncuran BERDETAK, pada kegiatan yang sama juga dilaksanakan diseminasi hasil pelaksanaan POPM Filariasis serta penyerahan apresiasi atas capaian pelaksanaan periode Tahun Anggaran 2023–2025 sebagai bagian dari komitmen daerah dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular secara berkelanjutan.