Pembukaan Sosialisasi Pelepasliaran Tukik
Saat menyanyikan lagu Indonesia Acara
Sambutan Dari Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kep. Babel Nur Rahma Putri
Sambutan Dari Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Beltim Leo Ardiansyah
Foto bersama tamu undangan dan peserta
Pelepasliaran Tukik Tak Bisa Lagi Sembarangan
06/Mei/2026, 21:45 WIB • Marliana
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pelepasliaran tukik tidak bisa lagi dilakukan sembarangan. Praktek yang kerap dianggap sederhana itu harus memenuhi kaidah konservasi agar tidak berdampak pada kelangsungan hidup penyu di alam.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pelepasliaran Tukik yang digelar di Ruang SHBN Kantor Bupati Belitung Timur (Beltim), Rabu (6/5/26).
“Tidak semua tukik bisa dilepas sembarangan, harus memperhatikan aspek ekologi, waktu, lokasi, dan kesiapan tukik,” tegas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Beltim, Leo Ardiansyah.
Ia menambahkan, pemahaman masyarakat terkait tata cara pelepasliaran masih perlu ditingkatkan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem.
“Kita memiliki sekitar 141 pulau yang berpotensi menjadi lokasi bertelur penyu, ini tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” imbuhnya.
Sementara itu, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nur Rahma Putri menegaskan, tukik adalah satwa dengan tingkat kerentanan tinggi yang membutuhkan perlindungan serius.
“Tukik merupakan satwa yang dilindungi dan memiliki prioritas tinggi dalam menjaga keberagaman ekosistem laut,” sebutnya.
Ia menjelaskan, berbagai ancaman masih dihadapi tukik, baik dari faktor alami maupun aktivitas manusia yang belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah konservasi.
“Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman agar pelestarian dilakukan sesuai standar konservasi,” lanjutnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Beltim, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Beltim, Yeni Srihartati menekankan pelepasliaran tukik harus dipahami sebagai bagian dari upaya pelestarian yang lebih luas.
“Bukan cuma pelepasan, tetapi jauh sebelumnya kita harus mampu mengidentifikasi lokasi-lokasi pendaratan penyu dan merencanakannya secara spasial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelestarian sangat ditentukan oleh kolaborasi berbagai pihak.
“Perlu kolaborasi erat semua pihak agar upaya pelestarian berjalan terarah, terpadu, dan berkelanjutan,” tutupnya.