Wabup berfoto dengan Anak-anak yang mengikuti lomba mewarnai
Wabup menyampaikan sambutan
Tari selamat datang
Undangan saat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Wabup saat berinteraksi dengan ibu-ibu yang hadir
Foto bersama penerima penghargaan
Wabup Beltim saat cek kesehatan
Senam bersama
Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Beltim: Capaian Tinggi, Tantangan Masih Nyata
06/Mei/2026, 22:27 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi membuka kegiatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2026 di Auditorium Zahari MZ, Rabu (6/5/26) Pagi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Beltim, capaian imunisasi dasar lengkap pada tahun 2025 telah mencapai 87,7 persen. Angka ini melampaui target nasional sebelumnya sebesar 80 persen, namun masih perlu ditingkatkan mengingat target nasional tahun 2026 naik menjadi 85 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Beltim, Muhammad Ikhsan menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat yang cukup baik, meski belum merata di seluruh wilayah.
“Capaian kita sudah cukup tinggi, tetapi masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Ini yang harus kita kejar bersama agar tidak ada satu pun anak yang terlewat,” kata Ikhsan.
Sebanyak 32 desa dari 39 desa di Kabupaten Beltim telah menyandang status Universal Child Immunization (UCI), sebagai indikator keberhasilan cakupan imunisasi dasar di tingkat desa. Pemkab Beltim juga terus memperkuat program dengan mengintegrasikan vaksin baru seperti PCV dan rotavirus sejak 2023, serta vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks pada anak perempuan.
“Capaian vaksin HPV sendiri tergolong tinggi, dengan persentase 93,23 persen pada siswa kelas 5 SD, 95,6 persen pada kelas 6, dan 93,2 persen pada kelas 9,” beber Ikhsan.
Namun demikian, Ikhsan mengakui masih terdapat tantangan, mulai dari keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksin hingga kendala akses di wilayah tertentu.
“Kita masih menghadapi misinformasi terkait efek samping vaksin. Karena itu edukasi yang humanis dan berbasis data harus terus dilakukan,” ujarnya.
Mantan Kepala Bidang Promosi Kesehatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat untuk memastikan seluruh anak mendapatkan hak imunisasi.
Wabup Tekankan Kolaborasi dan Lawan Misinformasi
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh masyarakat. Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) Tahun 2026 di Auditorium Zahari MZ.
“Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus ada kolaborasi antara petugas, pemerintah desa, dan masyarakat, terutama para orang tua,” kata Khairil.
Khairil juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar terkait imunisasi.
“Kalau setelah imunisasi anak demam, itu justru tanda bahwa vaksin bekerja. Jadi jangan takut. Vaksin ini sudah melalui uji klinis, aman, dan halal,” tegasnya.
Khairil berharap momentum Pekan Imunisasi Dunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mendorong kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak.
“Ayo pastikan anak-anak kita mendapatkan imunisasi lengkap. Jangan sampai ada yang tertinggal,” ajaknya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Beltim berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pelayanan imunisasi, meningkatkan edukasi publik, serta memastikan ketersediaan layanan yang merata hingga ke seluruh wilayah.