Beranda / Berita / Detil Berita

Luar Biasa, Tukang Air dari Desa Kurnia ini Mampu Sumbangkan Emas Bagi Beltim

08 Nov 2026, 20:35 WIB • Fauzi
berita #Porprov VII Babel 29x dibaca

Bagikan

Koba, Diskominfo SP Beltim – Tidak setiap hari Andrean bergelut dengan dinding panjat tebing. Pemuda asal Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), itu sehari-hari bekerja serabutan. Mengantar air bersih dan memasang tenda menjadi pekerjaan yang dilakoninya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun, di balik rutinitas tersebut, bujangan 24 tahun ini menyimpan tekad besar: menjadi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah.

Tekad itu akhirnya berbuah manis. Andre, sapaan Andrean berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Beltim pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung 2026.

Medali emas tersebut diraih dari nomor speed putra perorangan dalam pertandingan panjat tebing yang berlangsung di Wall Panjat Tebing Pantai Terentang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (8/11/2026).

Bagi Andre, keberhasilan ini bukan hasil yang datang secara instan. Lulusan SMK Negeri 1 Manggar ini mengaku telah menjalani persiapan dan latihan sejak 2022. Konsistensi itu terus dijaganya hingga kesempatan bertanding di Porprov tahun ini datang.

“Persiapannya sudah dari 2022 sampai sekarang,” ungkap Andre.

Perjalanan sebagai atlet berjalan beriringan dengan pekerjaannya sehari-hari. Ketika tidak menjalani latihan atau pertandingan, ia tetap menjalankan pekerjaan mengantar air bersih maupun membantu pemasangan tenda.

Kesibukan tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat untuk terus berlatih. Ia membuktikan bahwa keterbatasan keadaan bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.

Meski memiliki aktivitas pekerjaan yang beragam, anak kedua dari tiga bersaudara ini tetap menaruh harapan besar terhadap perjalanan kariernya di olahraga panjat tebing.

Tiga Nomor Diikuti, Target Tiga Medali Emas

Pada Porprov VII kali ini, Andre mengikuti tiga nomor pertandingan, yakni speed perorangan, speed beregu, dan boulder team.

Setelah berhasil mengamankan emas pada nomor speed putra perorangan, semangatnya belum berhenti. Ia masih memiliki peluang untuk menambah koleksi medali pada nomor yang akan diikutinya berikutnya.

Andrean bahkan memasang target tinggi. Ia berharap dapat membawa pulang tiga medali emas dari seluruh nomor yang diikutinya.

“Insyaallah tiga emas semua,” ujarnya optimistis.

Jika berhasil, capaian tersebut tentu akan menjadi prestasi tersendiri bagi Andrean sekaligus menambah kontribusi cabang olahraga panjat tebing bagi kontingen Beltim.

Menariknya, ketika ditanya mengenai rencana penggunaan bonus apabila berhasil meraih medali, Andrean menjawab singkat bahwa uang tersebut ingin ditabung.

Jawaban sederhana itu menggambarkan bagaimana prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi kebanggaan di arena olahraga, tetapi juga memiliki arti bagi kehidupan dan masa depannya.

Keberhasilan Andre diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya, khususnya generasi muda Beltim, agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.

Ia berpesan agar para atlet tetap menjaga semangat dan tidak berhenti berusaha, apa pun tantangan yang dihadapi.

“Tetap semangat, jangan menyerah,” pesannya.

Sementara itu, cabang olahraga panjat tebing Beltim pada hari tersebut berhasil menyumbangkan tiga medali bagi kontingen daerah. Selain satu medali emas dari nomor speed putra perorangan, panjat tebing juga meraih satu medali perak dari nomor speed putra perorangan dan satu medali perunggu dari nomor speed putri perorangan.

Capaian Andrean menjadi bukti bahwa prestasi dapat lahir dari siapa saja. Di balik pekerjaan sehari-hari yang sederhana, ada tekad, disiplin, dan perjuangan panjang yang akhirnya mengantarkannya berdiri sebagai peraih medali emas untuk Beltim.