Gantung, Diskominfo SP Beltim - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) terus memperkuat komitmen untuk memastikan pembangunan di Kabupaten Beltim benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Beltim, Kamarudin Muten didampingi Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar dalam sambutannya pada Malam Resepsi dan Pesta Rakyat HUT ke-81 RI Kabupaten Beltim Tahun 2026 di Alun-Alun Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Senin malam (17/08/2026).
"Inilah yang terus kami lakukan bersama Wakil Bupati, agar pembangunan di Belitung Timur tidak hanya terlihat dari angka, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, kami terus menjalankan program-program unggulan Belitung Timur Nyaman dan Berkemajuan," ujarnya.
Dijelaskan Bupati Kamarudin, di bidang pendidikan, Pemkab Beltim terus memperluas akses bagi anak-anak di Kabupaten Beltim untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Melalui Beasiswa Prestasi, jumlah penerima ditingkatkan dari 75 mahasiswa pada tahun 2025 menjadi 100 mahasiswa pada tahun 2026.
"Untuk membantu kebutuhan sekolah, Pemkab Beltim memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini juga ditingkatkan dari 679 paket di 2025 menjadi 750 paket di 2026, dimana pada saat ini masih dalam proses penyaluran," ungkapnya.
Dikatakan Kamarudin, perhatian terhadap gizi anak khususnya di wilayah 3T juga diperkuat. Melalui Program Makanan Tambahan Bergizi (MTB) tahun 2026, Pemkab Beltim menyiapkan 19.830 paket untuk 146 siswa yang terdiri dari 97 siswa di Pulau Buku Limau, 18 siswa di Pulau Long, 21 siswa di Pulau Ketapang, dan 10 siswa di Pulau Batun.
Komitmen Pemkab Beltim di bidang kesehatan yakni melalui program Nyaman Sehat terus ditingkatkan. Pada 2025 sebanyak 35.111 orang mendapatkan kepesertaan atau pelayanan dan penggunaan BPJS secara gratis.
"Tahun 2026 kita tingkatkan menjadi 40.094 orang, dan saat ini masih dalam proses. Prioritasnya adalah masyarakat kategori DTKS Desil 1 sampai 5," ujarnya.
Lebih lanjut, Pemkab Beltim terus berupaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat melalui Program Infrastruktur Nyaman. Melalui program ini, Pemkab Beltim telah merenovasi 91 rumah tidak layak huni pada 2025. Tahun 2026 jumlahnya ditingkatkan menjadi 381 rumah dengan prioritas masyarakat yang masuk dalam DTKS Desil 1 sampai 4.
"Kemudian melalui Program Nyaman Sejahtera, kita memberikan bantuan kebutuhan hidup sebesar Rp2 juta rupiah per kepala keluarga setiap tahun. Bantuan ini meningkat secara signifikan dari 17 KK di 2025 menjadi 400 KK di 2026. Program Umrah Gratis pun naik dari 8 penerima di 2025 menjadi 12 penerima di 2026," tambah Kamarudin.
Tak lupa, sektor kelautan dan UMKM juga turut mendapat perhatian. Untuk nelayan, tahun 2026 disiapkan bantuan sembako saat musim angin kencang untuk 500 nelayan. Kemudian, bantuan perahu melalui Program Nelayan Nyaman naik dari 15 KUB pada 2025 menjadi 17 KUB di 2026. Perawatan perahu fiber untuk 10 unit dan perahu kayu giling untuk 90 unit juga disiapkan tahun ini.
Sementara itu, bagi pelaku UMKM, melalui Program UMKM-KU Nyaman Berdaya, tahun 2026 disiapkan bantuan alat produksi untuk 50 UMKM.
Pemkab Beltim juga telah memperluas akses internet di ruang publik desa yang berfungsi sebagai hotspot. Akses ini diperluas melalui Program Internet Desa Nyaman dengan penambahan titik hotspot dari 5 titik di 2025 menjadi 9 titik di 2026.
Disamping itu, pada bidang tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Beltim kembali mempertahankan predikat WTP dari BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas LKPD Tahun Anggaran 2024 dan 2025 melalui Program Nyaman Bersinergi.
Inovasi pelayanan juga dihadirkan melalui Lentera, Layanan Terpadu Pajak Keliling Daerah, agar masyarakat lebih mudah mengurus perpajakan. Selain itu, Program Pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) turut dihadirkan. Melalui program ini, sanksi administratif atas tunggakan PBB-P2 dibebaskan, sehingga masyarakat mendapat kesempatan untuk menyelesaikan kewajibannya dengan lebih ringan.
Terakhir, Kamarudin menegaskan bahwa kemampuan APBD Kabupaten Beltim sangatlah terbatas. Oleh karena itu, Pemkab Beltim terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha melalui dukungan CSR dalam rangka menjalankan berbagai program unggulan Pemkab Beltim.
"Kami menyadari masih ada beberapa yang belum optimal, namun komitmen kami tetap kuat untuk merealisasikan program unggulan secara bertahap, tepat sasaran, dan sesuai dengan kemampuan daerah," tutupnya.