Wabup Khairil Anwar saat memberikaan arahan
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwan Fahrozi saat membuka acara
Okta Pratomo Selaku Head on Shore Mining Area Beltim saat memberikan pemaparan mengenai sebaran meja goyang di area IUP PT Timah di Kabupaten Beltim
Kasat Intel Polres Beltim memberikan penjelasan
Kepala DPUPRP2RKP Beltim, Idwan Fikri saat memberikan komentar terkait pemindahan meja goyang di Desa Mekar Jaya
Camat Manggar memberikan penjelasan prihal lokalisasi meja goyang
Pemaparan mengenai peta situasi sebaran meja goyang masyarakat Beltim oleh Head On Shore Mining Area Beltim
Suasana rapat tindaklanjuti rencana lokalisasi meja goyang di area IUP PT Timah
Khairil Anwar Pimpin Rakor Keempat, Dorong Percepatan Relokasi Meja Goyang ke Area IUP PT Timah
19/Mei/2026, 21:16 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Rencana Lokalisasi Meja Goyang di Area IUP PT Timah Tbk sebagai upaya mempercepat relokasi aktivitas pengolahan mineral yang masih berada di kawasan permukiman masyarakat. Rakor yang merupakan pertemuan keempat terkait relokasi meja goyang tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar di Ruang Rapat Bupati, Selasa (19/05/26).
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan relokasi yang sebelumnya telah disosialisasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim bersama Forkopimda, PT Timah, perangkat desa dan pelaku usaha. Pada tahap awal, relokasi ditargetkan telah dilakukan sebelum bulan Ramadan, namun hingga saat ini masih ditemukan aktivitas meja goyang yang berada di sekitar permukiman warga.
Bahkan, beberapa aktivitas meja goyang masih berada di lokasi yang berdekatan dengan kawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar menegaskan bahwa persoalan relokasi tidak hanya berkaitan dengan penataan aktivitas usaha, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan serta dukungan terhadap pelaksanaan program nasional.
“Kita buka kesadaran mereka para pelaku usaha meja goyang dalam rangka menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kita juga harus menyukseskan MBG. Jadi ini bukan untuk mengganggu pelaku usaha,” ujar Khairil.
Menurut Khairil, hingga saat ini masih terdapat aktivitas meja goyang yang berada di kawasan permukiman warga sehingga menimbulkan dampak terhadap kenyamanan lingkungan dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.
“Penataan ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Justru kita ingin aktivitas usaha tetap berjalan, tetapi lebih tertib, aman dan tidak mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khairil mengungkapkan bahwa Pemkab Beltim telah meminta PT Timah Tbk untuk segera menginisiasi proses relokasi yang nantinya akan dilaksanakan melalui mitra-mitra perusahaan.
“Kami sudah perintahkan kepada PT Timah untuk segera menginisiasi relokasi ini. Nantinya PT Timah akan melaksanakan melalui mitra-mitra mereka sehingga proses penataan dapat segera berjalan,” ungkapnya.
Menanggapi arahan tersebut, perwakilan PT Timah Tbk, Head On Shore Mining Area Beltim, Okta Pratomo menyampaikan bahwa proses relokasi saat ini telah menunjukkan perkembangan dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan.
Menurut Okta, PT Timah tidak bermitra secara langsung dengan pelaku usaha meja goyang, melainkan melalui perusahaan atau CV yang menjadi penampung hasil dari aktivitas tersebut.
“Untuk progres saat ini sudah berjalan. PT Timah tidak bermitra langsung dengan meja goyang, tetapi bermitra dengan CV yang menampung hasil dari mereka. Karena itu, kami akan meminta kepada CV tersebut untuk segera memindahkan aktivitas meja goyang,” ujar Okta.
Lebih lanjut, Okta menjelaskan bahwa PT Timah juga telah menyiapkan lokasi relokasi bagi aktivitas meja goyang khusus wilayah Manggar.
“Khusus meja goyang di wilayah Manggar, PT Timah sudah menyiapkan lokasi relokasi di area IUP yang berada di Damar tepatnya di wilayah Jambu Bulok,” jelasnya.
Polres Beltim Siap Dukung Percepatan Relokasi Meja Goyang
Sementara itu, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Beltim, AKP Al Faizun menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya juga telah melakukan pendataan terhadap aktivitas meja goyang yang tersebar di wilayah Beltim.
Menurutnya, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan sekitar satu bulan lalu, aktivitas meja goyang memiliki karakter yang cukup dinamis karena sebagian pelaku usaha tidak menetap pada satu lokasi tertentu.
“Sekitar satu bulan lalu kami juga sudah melakukan pendataan meja goyang di Beltim. Dari hasil pemantauan, ternyata mereka tidak menetap. Jika dirasa lokasi tersebut kurang strategis, mereka juga berpindah ke tempat lain,” ujar Kasat Intel.
Meski demikian, Polres Beltim menyatakan siap mendukung langkah penataan dan relokasi yang dilakukan Pemkab Beltim, terutama apabila diperlukan dukungan dalam pelaksanaan di lapangan.
“Namun dari pihak Polres tentunya akan mendukung kegiatan ini. Jika Pemkab Beltim meminta bantuan, kami siap membantu agar proses relokasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menyebut kawasan Simpang Empat menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam proses relokasi karena berada berdekatan dengan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Keberadaan meja goyang ini memang sudah berlangsung cukup lama. Intinya, yang berada di kawasan Simpang Empat akan menjadi prioritas untuk relokasi karena posisinya bersebelahan dengan SPPG,” jelasnya.