Manggar, Diskominfo SP Beltim - Rangkaian program Operasi Pasar Murah (OPM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) yang diinisiasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) resmi memasuki titik terakhir, Selasa (3/11/2026). Halaman Kantor Bupati menjadi lokasi penutup dari total delapan titik pelaksanaan yang dijadwalkan sepanjang roadmap di tujuh kecamatan.
Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Beltim, Tri Astuti Ramadhani Haliza mengatakan meski rangkaian pasar murah roadmap TPID reguler untuk tahun ini telah resmi ditutup di titik kedelapan, Pemkab Beltim memberikan sinyal akan kembali menyiapkan satu agenda khusus yang tidak kalah penting dalam waktu dekat.
"Tahun ini kita masih ada satu agenda lagi untuk TPID, yaitu dalam rangka menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Nanti komoditasnya akan kita sesuaikan lagi dengan komoditas penyumbang inflasi," kata Tri saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Tri mengatakan penempatan lokasi OPM di Kantor Bupati Beltim merupakan upaya peningkatkan daya beli para Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai salah satu motor penggerak konsumsi rumah tangga. Pasar murah ini tidak hanya menyediakan komoditas pangan pokok dengan harga terjangkau tetapi juga menjadi ajang promosi produk lokal.
“Fokus utama dari operasi pasar kali ini adalah sosialisasi Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras premium. Langkah ini diambil menyusul tren kenaikan harga beras premium di pasaran yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per kilogram, berada jauh di atas ketetapan HET wilayah Sumatera sebesar Rp15.400 per kilogram,” jelasnya lagi.
Untuk memberikan alternatif bagi masyarakat, TPID berkolaborasi dengan Bulog guna memperkenalkan "Beras Kita" premium yang harganya masih terjaga di dalam koridor HET. Pada setiap kegiatan OPM bahkan menyediakan fasilitas tester (cicip produk) beras tersebut di seluruh titik pelaksanaan agar masyarakat dapat membuktikan sendiri kualitas produk Bulog tersebut sebelum membeli. Selain beras premium dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebagai pendamping, komoditas pangan lain seperti Minyakita, telur, cabai, dan bawang merah juga ludes diserbu oleh para pembeli.
Melalui pembatasan stok yang terukur, TPID sekaligus mengampanyekan gerakan "Belanja Bijak" agar masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan tanpa melakukan aksi borong (panic buying).
"Stok yang kami bawa hari ini sudah disesuaikan agar tidak ada masyarakat yang belanja secara berlebihan dan tidak ada juga yang kekurangan. Kami sekaligus mempromosikan Gerakan Belanja Bijak," tambahnya.
Pelaku UMKM Berharap Kegiatan Terus Berlanjut
Kemeriahan pasar murah di Kantor Bupati ini semakin lengkap dengan keterlibatan para pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha, Anika Dewi, pemilik brand komersial “Kilara Cake” produk kuliner yang berbasis pesanan (made by order) sejak 2011. Dewi mengaku mendapat berkah luar biasa meski ini merupakan pengalaman pertamanya berpartisipasi atas ajakan rekannya.
"Alhamdulillah laris manis. Bahkan belum sampai ke Kantor Bupati, produk-produk sudah banyak yang di-keep (dipesan) dari rumah," ujarnya.
Produk kuliner yang dibawanya mulai dari gudeg, sambal cumi, karipap, kue basah, hingga minuman kopi racikan mitra dokternya laku keras dikonsumsi para pengunjung. Dewi sehari-harinya berjualan sistem made by order via daring untuk produk kue ulang tahun, kue basah, hingga kue tampah ini, menyebutkan bahwa omset penjualannya mengalami peningkatan yang baik selama acara berlangsung.
Ia pun berharap agar Pemkab Beltim terus melanjutkan program-program serupa di masa mendatang karena dinilai menjadi media promosi dan penopang ekonomi yang nyata bagi para pedagang kecil.
"Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus sering-sering diadakan, karena terbukti dapat meningkatkan pendapatan dan mendukung keberlangsungan UMKM daerah," pungkasnya.