Manggar, Diskominfo SP Beltim – Kemarau yang tak kunjung reda di tengah Oktober 2026 menjadi peringatan serius bagi masyarakat Belitung Timur (Beltim). Bupati Beltim, Kamarudin Muten meminta seluruh ASN dan masyarakat menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesan tersebut disampaikan Kamarudin saat memberikan arahan dalam Apel Pagi Bersama Bulan Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Beltim, Senin (19/10/26).
Dikatakan Kamarudin, kondisi cuaca yang masih sangat kering pada Oktober perlu disikapi dengan langkah nyata. Menurutnya, penghematan air harus dimulai dari lingkungan perkantoran pemerintah hingga rumah tangga.
“Di kantor masing-masing, tolong hemat-hemat menggunakan air. Di rumah juga sama. Kalau di kantor saja hemat, tetapi di rumah tidak, sama saja,” tegasnya.
Ditambahkan Kamarudin ancaman kebakaran turut menjadi perhatian. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu api, terutama saat kondisi lingkungan sedang kering.
“Kita sama-sama jaga Belitung Timur supaya lebih aman. Saya imbau masyarakat jangan iseng membakar, termasuk membakar sampah,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Beltim telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan. Upaya pengawasan juga melibatkan pemerintah desa dan perusahaan yang berada di wilayah kecamatan masing-masing.
“Kita sudah membentuk satgas untuk memantau masalah kebakaran hutan. Masing-masing desa juga bekerja sama dengan perusahaan terkait di kecamatannya,” jelas Kamarudin.
Ia mencontohkan kejadian kebakaran di Kelapa Kampit yang sempat merambat hingga kawasan SMA Unggul Garuda. Beruntung, penanganan cepat membuat kebakaran tersebut berhasil diatasi.
“Semalam di Kelapa Kampit, api sudah masuk ke kawasan SMA Unggul Garuda. Untungnya penanganannya cepat sehingga bisa selesai,” ungkapnya.
Kamarudin menegaskan, seluruh elemen masyarakat perlu mengambil bagian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan daerah. ASN diharapkan menjadi pelopor, sementara masyarakat turut memastikan aktivitas sehari-hari tidak memperbesar risiko kekeringan dan kebakaran.
“Berilah contoh yang baik supaya masyarakat kita juga tidak resah,” pungkasnya.