Beranda / Berita / Detil Berita

Karateka asal Kelapa Kampit Harumkan Indonesia di Malaysia, Noya Raih Perak di Kejuaraan Karate Internasional

30 Jun 2026, 08:46 WIB β€’ Fauzi
berita #Kejuaraan Karate Internasional 175x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Dari sebuah dojo sederhana di Kabupaten Belitung Timur, langkah panjang seorang atlet muda akhirnya membawanya berdiri di panggung karate internasional. Di tengah persaingan karateka dari 17 negara, seorang siswi SMP dari Kecamatan Kelapa Kampit berhasil mengibarkan nama Belitung Timur (Beltim) di panggung internasional. 

Aaliyah Noya Risdianto (14), sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia pada ajang Milo International Open Karate Championship. Kejuaraan berlangsung di Titiwangsa Stadium, Malaysia, pada 25–28 Juni 2026.

Prestasi tersebut terasa istimewa karena Noya, sapaan sehari-hari Aaliyah, tampil sebagai bagian dari kontingen Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mewakili Indonesia. Di turnamen bergengsi ini, dia harus bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari 17 negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, India, Bangladesh, Australia, Thailand, hingga Afrika Selatan.

Noya meraih medali perak pada nomor Youth U14 Female Kata Individual 12–13 Years. Ia tampil impresif sejak babak penyisihan hingga semifinal sebelum akhirnya menghadapi wakil tuan rumah Malaysia pada partai puncak.

Pelatih utama Forki Beltim, Syukur Maulana mengungkapkan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing di level internasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

"Noya merupakan atlet yang mewakili Bangka Belitung dan Indonesia. Sebelumnya dia juga merupakan juara Best of The Best Piala Gubernur Bangka Belitung Tahun 2025. Alhamdulillah, dari kejuaraan ini kontingen Bangka Belitung berhasil membawa pulang dua medali perak dan dua medali perunggu," ungkap Syukur saat dihubungi Diskominfo Beltim, Senin (29/6/26) sore.

Menurut Syukur yang juga ikut mendampingi saat di Malaysia, Noya sebenarnya tampil sangat baik pada partai final. Bahkan, dari penampilan di arena, peluang untuk meraih medali emas terbuka lebar.

"Pada babak final Noya kalah tipis dari atlet tuan rumah Malaysia dengan skor 3-2. Kalau melihat penampilannya, sebenarnya peluang menang sangat besar. Namun tentu ada faktor-faktor pertandingan yang tidak bisa kita kendalikan," katanya.

Keberhasilan Noya sekaligus menjadi satu-satunya sumbangan medali dari atlet Beltim dalam kejuaraan tersebut. Sementara tiga medali lainnya untuk Bangka Belitung dipersembahkan atlet dari Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

Ketua Forki Belitung Timur, Dedi Septiadi menyebut raihan medali perak itu sebagai prestasi yang membanggakan sekaligus hasil dari proses latihan yang tidak singkat.

"Ini prestasi yang luar biasa. Noya membawa nama Beltim, Bangka Belitung, bahkan Indonesia di ajang internasional yang bergengsi. Hasil ini merupakan buah dari latihan yang konsisten selama bertahun-tahun," kata Dedi.

Dedi berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Kabupaten Beltim untuk terus berlatih dan berani bermimpi tampil di tingkat nasional maupun internasional. 

β€œIni motivasi bagi seluruh atlet di Kabupaten Beltim, terutama karate. Walau kita berada di daerah terpencil namun prestasi kita bisa menembus dunia. Semoga kelak akan banyak atlet yang akan membawa harum nama daerah,” harap Dedi.

Pada kejuaraan tersebut, kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil membawa pulang empat medali, terdiri atas dua medali perak dan dua medali perunggu. Selain Aaliyah Noya Risdianto, medali perak juga diraih Bima Fadillah Sabil dari Pangkalpinang pada nomor Senior Male Kumite Individual -60 Kg. 

Sementara medali perunggu dipersembahkan Raffael Pandu Rachmand dari Kabupaten Bangka pada nomor Male U21 Kumite Individual -60 Kg serta Amira Putri dari Kabupaten Bangka pada nomor Female Cadet Kumite Individual -47 Kg.