Para Inovator saat mengikut Bimtek IGA 2026
Para tamu undangan saat menyanyikan Indonesia Raya
Sambutan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik
Sambutan Kepala Bapperida, Ilfan Suryawan
Narasumber BSKDN Kemendagri saat memaparkan materi
Suasana pelaksanaan Bimtek IGA 2026
Para Inovator saat mengikut Bimtek IGA 2026
Inovasi Daerah Terus Meningkat, Pemkab Beltim Targetkan Lebih dari 100 Inovasi Tahun Depan
10/Jun/2026, 20:27 WIB • Fauzi
Manggar, Diskominfo SP Beltim – Semangat berinovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Belitung Timur (Beltim) terus menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah inovasi daerah yang terdata dan terverifikasi dalam penilaian Indeks Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri.
Peningkatan kapasitas para inovator daerah tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida), Rabu (10/6/2026) pagi. Bimtek dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hendri mewakili Bupati Beltim, Kamarudin Muten.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Darmillah dan Aldo Harjunanto, serta diikuti 67 inovator dari berbagai perangkat daerah dan 8 pemerintah desa di lingkungan Pemkab Beltim.
Kepala Bapperida Kabupaten Beltim, Ilfan Suryawan mengatakan jumlah inovasi daerah di Beltim mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada tahun 2025 jumlah inovasi yang memenuhi standar penilaian BSKDN sebanyak 35 inovasi, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi 67 inovasi.
"Peningkatannya hampir 90 persen. Dari 35 inovasi pada tahun lalu menjadi 67 inovasi tahun ini yang sudah memenuhi standar penilaian BSKDN. Ini menunjukkan budaya inovasi mulai tumbuh di perangkat daerah dan unit pelayanan publik," kata Ilfan.
Menurut Ilfan, jumlah inovasi yang berkembang di lapangan sebenarnya jauh lebih banyak. Namun tidak semuanya dapat masuk dalam penilaian IGA karena harus memenuhi sejumlah indikator dan memperoleh nilai minimal yang telah ditetapkan oleh BSKDN.
"Sesungguhnya inovasi yang ada lebih dari 100. Tetapi yang bisa masuk ke sistem penilaian BSKDN harus memenuhi syarat tertentu dan mendapatkan nilai minimal 100. Dari proses verifikasi itulah akhirnya tercatat 67 inovasi yang memenuhi standar," ungkap Ilfan.
Pemkab Beltim Targetkan Lebih dari 100 Inovasi
Mantan Sekretaris Dispora Kabupaten Beltim ini mengungkapkan peningkatan jumlah inovasi tidak terlepas dari semakin tumbuhnya kesadaran aparatur pemerintah untuk mencari solusi kreatif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Baginya, inovasi tidak lagi dipandang sekadar program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.
"Yang menggembirakan adalah pola pikir inovatif mulai tumbuh. Aparatur tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi mulai berpikir bagaimana pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," beber Ilfan.
Untuk mendorong peningkatan tersebut, Pemkab Beltim telah menerbitkan Surat Edaran Bupati yang mendorong setiap perangkat daerah menghadirkan minimal satu inovasi.
"Kita berharap ke depan seluruh perangkat daerah memiliki inovasi masing-masing. Jika seluruh perangkat daerah bergerak, maka target lebih dari 100 inovasi yang memenuhi standar nasional bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai," harap Ilfan.
Ia pun optimistis peningkatan jumlah inovasi akan berdampak pada posisi Kabupaten Beltim dalam pemeringkatan nasional Indeks Government Award yang setiap tahun diselenggarakan oleh Kemendagri.
Inovasi Daerah Harus Berdampak Nyata
Dalam sambutan Bupati Beltim yang dibacakan Hendri, disebutkan bahwa capaian inovasi daerah Kabupaten Beltim terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
Nilai Indeks Inovasi Daerah meningkat dari 53,69 pada tahun 2023 menjadi 55,38 pada tahun 2024, kemudian kembali naik menjadi 58,29 pada tahun 2025. Sementara jumlah inovasi yang disubmit ke aplikasi IGA Kemendagri juga meningkat dari 18 inovasi pada tahun 2023 menjadi 26 inovasi pada tahun 2024 dan 35 inovasi pada tahun 2025.
"Pencapaian ini patut kita syukuri. Namun saya ingin menegaskan bahwa inovasi bukan semata-mata untuk mengikuti penilaian atau kompetisi. Inovasi harus menjadi cara kita menjawab berbagai tantangan pelayanan publik yang terus berkembang," kata Hendri.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim ini juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan inovasi bukan terletak pada banyaknya aplikasi atau program yang dibuat, melainkan sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Melalui inovasi, pekerjaan harus menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih efektif dan memberikan manfaat nyata. Karena itu saya berharap seluruh inovator daerah terus menghadirkan inovasi yang relevan, aplikatif dan berdampak langsung bagi kemajuan Kabupaten Belitung Timur serta kesejahteraan masyarakat," ujar Hendri.