Beranda / Berita / Detil Berita

Akses Sanitasi Layak Capai 98,11 Persen, Kabupaten Beltim Kejar Peningkatan Sanitasi Aman

09/Jun/2026, 22:03 WIB • Fauzi

utama #Sanitasi Layak #Sanitasi Pemukiman 👁️ 16x dibaca

Manggar, Diskominfo SP Beltim – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus memperkuat upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman melalui Rapat Koordinasi (Kick Off Meeting) Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 . Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gunung Lumut Bapperida, Senin (8/6/26).

Rapat dibuka oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fachrozi. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Permukiman Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Pokja PKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta anggota Pokja PKP Kabupaten Beltim.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP2RKP Kabupaten Beltim, Lukman mengatakan capaian akses sanitasi layak di Kabupaten Beltim saat ini sudah cukup tinggi, yakni mencapai 98,11 persen. Namun demikian, akses sanitasi aman masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan bersama.

“Kalau sanitasi layak kita sudah mencapai 98,11 persen. Namun sanitasi aman baru berada di angka 4,70 persen, sementara target tahun 2029 mencapai 30 persen. Artinya masih ada selisih yang cukup besar yang harus kita kejar dalam beberapa tahun ke depan,” kata Lukman.

Selain sanitasi aman, sektor persampahan juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data tahun 2025, layanan pengumpulan sampah baru mencapai 25 persen, sedangkan sampah yang berhasil diolah masih berada pada angka 0,20 persen.

Menurut Lukman, beberapa kendala yang dihadapi antara lain belum optimalnya penerapan regulasi, keterbatasan kelembagaan, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mulai mengalami kelebihan beban, hingga rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan air limbah domestik.

“Kita juga menghadapi tantangan pendanaan karena pembangunan infrastruktur sanitasi membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu diperlukan dukungan semua pihak agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ujarnya.

Pengelolaan Santitas Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Beltim, Ikhwan Fachrozi menegaskan bahwa pembangunan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.

“Sanitasi bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup generasi yang akan datang. Karena itu pembangunan sanitasi harus menjadi perhatian bersama,” kata Ikhwan.

Menurutnya, kembali ditetapkannya Kabupaten Beltim sebagai lokasi Program PPSP Tahun 2026 merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat peningkatan kualitas sanitasi dan pengelolaan persampahan di daerah.

“Saya berharap rapat koordinasi ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi menjadi titik awal lahirnya langkah-langkah nyata yang mampu mempercepat peningkatan kualitas sanitasi di Kabupaten Belitung Timur. Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Melalui Program PPSP Tahun 2026, Pemkab Beltim akan memperkuat koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan sumber pendanaan, serta mendorong peningkatan layanan sanitasi dan pengelolaan persampahan guna mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat.