Beranda / Berita / Detil Berita

Dukung Kualitas UMKM, Dekranasda Beltim Ajak Perajin Batik Kater Studi Banding ke Yogyakarta

07 Jul 2026, 22:12 WIB Wara
utama #Dekranasda Beltim 54x dibaca

Bagikan

Yogyakarta, Diskominfo SP Beltim – Salah satu perajin batik di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mendapatkan perhatian khusus dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Beltim. Triana (52), pemilik Batik Kater yang berdomisili di Desa Baru, Kecamatan Manggar, berkesempatan melakukan Studi Tiru ke Yogyakarta pada Sabtu hingga Minggu, 4–5 Juli 2026.

Studi Tiru ini didampingi langsung oleh Bupati Beltim Kamarudin Muten, Ketua Dekranasda Beltim Vivi Yuliana, Sekretaris Daerah (Sekda) Beltim Erna Kunondo beserta para pengurus Dekranasda Beltim.

Rombongan mengunjungi dua gerai batik ternama di Yogyakarta, yaitu Batik Tulis Giriloyo dan Tom Indigo Batik Pewarna Alam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan perajin lokal terkait pengembangan industri kreatif batik.

Saat diwawancarai sekembalinya dari kunjungan, Triana menuturkan bahwa perjalanan ini memberikan banyak pengetahuan baru mengenai batik. Mulai dari sisi teknik produksi, pewarnaan, hingga strategi pemasaran digital maupun konvensional.

“Selain menambah ilmu tentang teknik membatik dan mempelajari penggunaan pewarna alam, sayq jugq belajar tentang pemasaran serta penataan produk batik agar menarik. Semoga hal ini bisa diterapkan dalam pengembangan batik di Beltim. Saya juga bersyukur dapat menjalin silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama ke depan,” ujar wanita yang akrab disapa Tri tersebut.

Selama berada di Tom Indigo Batik, Tri mengungkapkan pengalamannya mempelajari proses daur ulang lilin (malam) bekas. Ia belajar cara membersihkan dan mengolah kembali lilin sisa agar siap dipakai membatik lagi. Selain itu, ia juga mendalami teknik pemanfaatan tanaman Indigofera sebagai pewarna alami. Proses tersebut meliputi pembuatan larutan pewarna, teknik pencelupan kain, hingga proses oksidasi demi menghasilkan warna biru yang pekat dan tahan lama.

“Saya juga mempelajari teknik penanganan tetesan lilin pada kain yang sudah bermotif. Caranya dengan membasahi bagian kain terlebih dahulu, kemudian mengangkat lilin menggunakan solder secara hati-hati agar tidak merusak motif di sekitarnya,” imbuh Tri.

Hal penting lain yang didapatkan dari studi tiru ini adalah strategi displai produk. Rombongan melihat bagaimana penggunaan stan batik berbahan kaca mika dengan pola menarik serta penataan baju jadi dapat membantu pengunjung membayangkan hasil akhir kain, sehingga meningkatkan daya tarik pembeli.

“Harapannya, ilmu yang saya dapatkan kemarin bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan kualitas Batik Kater dan UMKM di Beltim. Baik dari segi teknik produksi, penggunaan pewarna alam, pengolahan limbah yang ramah lingkungan, maupun strategi pemasaran,” pungkasnya.

Melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten dan Dekranasda Beltim, produk batik khas Belitung Timur diharapkan dapat semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional, serta mampu meningkatkan perekonomian para perajin lokal.