Beranda / Berita / Detil Berita

Dua Tahun Sebelas Hari yang Terasa Singkat, Perpisahan Hangat AKBP Indra dengan Belitung Timur

20 Jul 2026, 09:01 WIB Fauzi
berita #Polres Beltim #Pisah Sambut Kapolres Beltim 28x dibaca

Bagikan

Manggar, Diskominfo Beltim – Ada kalanya sebuah jabatan dikenang bukan karena lamanya waktu, melainkan karena hangatnya hubungan yang terjalin selama menjalaninya.

Begitulah yang tergambar dari raut wajah AKBP. Indra F. Dali Muthe saat berbincang santai dengan Diskominfo SP, di Rumah Dinas Bupati Belitung Timur di Bukit Samak A1 Manggar, Jumat (17/7/2026) pagi. Mulai Senin depan, Indra akan meninggalkan Kabupaten Belitung Timur setelah dua tahun sebelas hari mengemban amanah sebagai Kapolres.

Tempat tugasnya berganti. Perwira lulusan Akademi Kepolisian tahun 2005 itu dipercaya memimpin Polres Bangka. Namun, kenangan tentang Belitung Timur tampaknya akan tetap dibawa dalam perjalanan kariernya.

Alih-alih bercerita tentang operasi besar atau keberhasilan menangkap pelaku kejahatan, Indra justru lebih banyak mengenang suasana yang ia rasakan selama bertugas.

"Kalau biasanya hidup itu ada suka dan duka, rasanya selama dua tahun sebelas hari ini sukanya semua," kenangnya sambil tersenyum.

Kalimat itu meluncur ringan, tetapi mengandung makna yang dalam. Bagi, Ayah dua anak ini Belitung Timur bukan sekadar wilayah hukum yang harus dijaga. 

Daerah ini menjadi tempat di mana ia merasakan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, insan pers, organisasi masyarakat, hingga warga yang menurutnya selalu terbuka dan membantu tugas-tugas kepolisian.

"Ke mana-mana kami selalu disambut baik oleh masyarakat. Itu yang membuat kami nyaman menjalankan tugas di Belitung Timur," ungkap Indra.

Selama memimpin Polres Belitung Timur, Indra mengakui tetap ada sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik. Salah satunya adalah kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan masyarakat.

Namun, menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari peran masyarakat yang cepat memberikan informasi.

"Kasus yang cukup menonjol memang ada. Tetapi bisa segera kami ungkap karena masyarakat ikut membantu. Mereka proaktif memberikan informasi," bebernya.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya bahwa keamanan tidak bisa dibangun hanya oleh aparat kepolisian. Dukungan masyarakat menjadi fondasi utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Di internal kepolisian sendiri, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia Kabupaten Belitung Timur ini mengaku terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti dinamika masyarakat yang terus berkembang.

"Polri harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya seiring perkembangan masyarakat. Itu menjadi bagian penting dari tugas kami," katanya.

Titip Belitung Timur Tetap Aman

Menjelang kepindahannya, Indra tidak menitipkan program ataupun target tertentu kepada penerusnya. Sebaliknya, ia menitipkan satu harapan sederhana: agar Belitung Timur tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman.

Menurutnya, meskipun berada jauh dari ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Belitung Timur memiliki banyak tokoh daerah yang kiprahnya dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Karena itu, stabilitas keamanan harus terus dijaga agar masyarakat selalu merasa tenang dan bangga terhadap daerahnya.

"Saya titip Belitung Timur agar tetap kondusif seperti sekarang. Daerah ini harus tetap aman sehingga masyarakat, termasuk tokoh-tokoh yang berasal dari sini, tidak pernah khawatir terhadap kampung halamannya," ucapnya.

Adapun mengenai tugas barunya sebagai Kapolres Bangka, Indra menegaskan akan tetap menjalankan setiap kebijakan sesuai arahan pimpinan Polri.

Baginya, jabatan boleh berganti, tetapi semangat pengabdian tetap sama.

Sementara itu, bagi masyarakat Belitung Timur, sosok AKBP Indra F. Dali Muthe mungkin akan dikenang bukan hanya sebagai Kapolres yang menjaga keamanan, tetapi juga sebagai pemimpin yang memilih mengingat daerah ini dengan satu kalimat sederhana namun bermakna:

"Kalau biasanya hidup ada suka dan duka, selama dua tahun sebelas hari di Belitung Timur, sukanya semua." Indra F Dali Muthe.